24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Belajar Menjadi Komunikator Humanis Lewat Program Surabaya Mengajar Batch 8

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Dandy Kalikit Pandjukang saat mengikuti  magang di SMP Negeri 19 Surabaya dalam Program Surabaya Mengajar Batch 8.

Surabaya, Bhirawa.
Menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi bukan hanya mempelajari teori di kelas, tapi menerapkannya nyata di masyarakat. Pengakuan ini disampaikan  Dandy Kalikit Pandjukang dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Menurut Dandy, selama mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus, ternyata mahasiswa Untag Surabaya juga berkesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran di antaranya dalam bentuk kegiatan magang.

 Dandy begitu teman-temannya biasa memanggil, merasakan sepenuhnya melalui magang berharga di SMP Negeri 19 Surabaya dalam Program Surabaya Mengajar Batch 8 dari 14 Juli hingga 28 November 2025.

 Setiap pagi sebelum bel masuk, Dandy  berdiri di gerbang sekolah menyambut siswa dengan senyum lebar, sapaan ramah “Selamat pagi!”, dan salam hangat untuk membangun komunikasi interpersonal yang hangat, menciptakan iklim sekolah positif serta membentuk karakter sopan, disiplin, dan percaya diri pada berbagai tipe siswa dari yang pemalu hingga aktif seringkali siswa pendiam mulai berani menyapa balik setelah beberapa hari.

“Di perpustakaan yang tenang, saya menjaga ruangan, membantu meminjam dan mengembalikan buku, mengarahkan referensi bacaan tepat, dan secara persuasif mendorong literasi dengan bertanya “Buku apa yang kamu suka?” tutur Dandy.

Harapannya, lanjut Dandy, agar siswa lebih dekat dengan budaya membaca dan minat mereka terbentuk.

Berita Terkait :  Dongkrak Pariwisata, Pemkot Mojokerto Gulirkan One Company One Event

“Saat guru berhalangan, saya mendampingi kelas dengan public speaking yang menyenangkan melalui cerita singkat, menata aturan sederhana seperti “angkat tangan dulu ya”, mengelola dinamika emosi siswa agar ritme belajar tetap kondusif tanpa tegang bahkan saat siswa rewel,” jelas Dandy.

Selain itu, dalam program makan bergizi gratis dari pemerintah, Dandy juga terlibat dan berperan dalam mengatur antrean tertib, dan memberikan instruksi jelas untuk mencegah kericuhan sambil menyadari hubungan gizi dengan konsentrasi belajar siswa. Bukan itu saja, selama magang Dandy juga  ikut merayakan hari raya nasional seperti upacara kemerdekaan 17 Agustus dengan mendampingi persiapan lomba, mendokumentasikan momen gotong royong, dan memahami komunikasi nonverbal melalui simbol bendera, tata cara, serta ekspresi kebersamaan yang memperkuat identitas kebangsaan di hati siswa.

 Pengalaman holistik tersebut tidak hanya membekali Dandy komunikasi humanis, empatik, dan bertanggung jawab sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, tapi juga mengubah cara pandang saya bahwa setiap interaksi kecil punya dampak besar, menjadikan magang bukan sekadar tugas tapi fondasi kuat untuk karir profesional yang berdampak nyata di dunia pendidikan. (why.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru