24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Tangis Nenek di Surabaya Pecah Saat Terima Kursi Roda dari Anggota DPRD Jatim


DPRD Jatim, Bhirawa
Air mata itu jatuh perlahan. Tangis seorang nenek di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, pecah di hadapan Anggota DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, Senin (29/12/2025).

Tangannya gemetar saat menerima sebuah kursi roda. Bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol harapan yang lama ia simpan dalam diam.

Bagi nenek itu, berjalan sudah menjadi kemewahan. Kaki yang tak lagi kuat membuatnya lebih sering duduk, menatap jalanan dari balik pintu rumah.

Hari itu, kursi roda menjadi jawaban atas doa-doa panjangnya. Kesempatan untuk kembali bergerak, melihat sekitar, dan merasakan dunia di luar rumah kini terwujud.

Momen haru tersebut menjadi potret nyata kepedulian Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, yang menyalurkan tujuh kursi roda bagi para lansia di kawasan padat penduduk di Wonokusumo.

Bantuan itu diberikan kepada warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik, agar tetap bisa menjalani hidup dengan lebih bermartabat.

Pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu tampak menunduk, mendengarkan cerita para lansia satu per satu.

Baginya, tangis haru itu bukan sekadar emosi sesaat, melainkan pengingat kuat tentang tanggung jawab sosial yang melekat pada jabatan publik.

“Ini adalah kewajiban kami sebagai anggota DPRD Jatim dari Dapil Surabaya. Di Komisi E, kami fokus memastikan pelayanan sosial berjalan baik, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” ujar Cahyo dengan nada tenang.

Berita Terkait :  Gandeng Profesional Expert, Dindik Jatim Tingkatkan Kompetensi Skill Guru

Di tengah hiruk-pikuk Surabaya sebagai kota besar, banyak lansia yang hidup dalam keterbatasan, baik fisik maupun ekonomi. Bagi mereka, kursi roda bukan hanya alat mobilitas, tetapi juga sarana untuk tetap terhubung dengan lingkungan sosial, tetangga, dan keluarga.

Cahyo menilai perhatian terhadap lansia di wilayah perkotaan sangat krusial. Tantangan sosial yang kompleks sering kali membuat kelompok rentan luput dari perhatian.

Karena itu, ia berharap bantuan sederhana ini mampu memberi dampak besar bagi penerimanya.

“Kami ingin mereka tetap produktif, tidak terisolasi, dan tetap merasa menjadi bagian dari masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, penyaluran bantuan kursi roda ini menjadi wujud komitmen bersama DPRD Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan kehadiran negara di tengah warga yang membutuhkan.

Bagi nenek di Wonokusumo, kursi roda itu kini menjadi sahabat baru. Ia tak lagi hanya duduk menunggu hari berlalu. Dengan mata yang masih basah, ia tersenyum—seolah ingin berkata bahwa perhatian kecil dapat mengubah hidup seseorang.

Dan di gang-gang sempit Wonokusumo, hari itu, sebuah kursi roda telah mengembalikan bukan hanya langkah, tetapi juga martabat dan harapan. [geh]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru