32 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Gedung Sekolah Rakyat Dibangun, Ribuan Anak Miskin Kabupaten Malang Bakal Bersekolah


Kab Malang, Bhirawa
Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mulai dibangun. Pembangunan Gedung SR tersebut dimulai sejak beberapa hari lalu, dan diharapkan pada pertengahan tahun 2026 mendatang sudah selesai.

Sehingga dengan selesainya pembangunan nanti dan dimulainya belajar mengajar, maka akan ada ratusan orang siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang diterima. Sedangkan setiap angkatan terdapat 75 orang pelajar yang diterima.

Untuk menjadi siswa di SR, mereka harus terdaftar dalam desil satu sampai lima dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Untuk calon siswa SR yang terdaftar di desil satu dan dua yang mendapatkan prioritas,” kata Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib, Senin (29/12), kepada wartawan.

Menurutnya, desil itu merupakan pengelompokan rumah tangga berdasar tingkat kesejahteraan ekonomi, sementara terdapat 10 kelompok di dalamnya. Seperti desil satu yang merupakan 10 persen rumah tangga paling miskin dan seterusnya.

Sedangkan penentuannya tidak hanya didasarkan pada penghasilan saja. Namun, juga kondisi rumah, aset, pendidikan, pekerjaan, pengeluaran, dan indikator sosial-ekonomi lainnya. Sehingga dengan dibangunnya SR, dirinya berharap rantai kemiskinan dapat terputus, terutama di wilayah Malang Selatan.

Dengan nantinya dibuka SR di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, maka pemerintah memberikan pendidikan yang layak.

“Dengan begitu, akan memberikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bisa ditingkatkan, sehingga mereka akan mampu bersaing di dunia kerja. Seperti yang disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, program SR dapat mengangkat orang yang tidak berdaya menjadi berdaya,” papar Lathifah.

Berita Terkait :  Menjaga Bara Perjuangan PGRI

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menyebutkan, berdasar DTSEN terdapat 88.942 orang anak berusia sekolah yang termasuk dalam desil satu dan dua. Rinciannya, desil satu terdapat 39.008 orang anak dan desil dua terdapat 88.942 orang anak. Namun, pihaknya belum memetakan lagi untuk yang akan masuk SD, SMP, dan SMA berapa jumlahnya.

“Tentunya, mereka yang bersekolah melalui program SR masuk dalam kategori miskin ekstrem yang tersebar di 33 kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya, usia sekolah yang masuk program SR terbanyak dari wilayah Kecamatan Poncokusumo, yakni sebanyak 5.512 orang anak yang masuk kategori. Selanjutnya, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dengan jumlah 4.326 orang anak. Sedangkan jumlah paling sedikit ada di Kecamatan Kromengan dengan 994 orang anak. Dari jumlah

tersebut akan dilakukan seleksi kembali melalui pemetaan, ground check, verifikasi, dan validasi. Dan seleksi itu sudah melalui pemetaan melalui aplikasi DTSEN. Selain itu, SR juga memprioritaskan anak-anak yang tidak bersekolah.

Dari data yang kita miliki, kata Pantjaningsih, jumlah anak tidak sekolah sebanyak 19.435 orang anak. Rinciannya, Belum Pernah Bersekolah (BPB) sebanyak 6.972 orang anak, Drop Out (DO) sebanyak 3.661 orang anak, Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) sebanyak 8.591 orang anak, mundur dari sekolah sebanyak 177 orang anak, dan putus sekolah sebanyak 79 orang anak.

Berita Terkait :  Kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan Pengungkit Masyarakat Terpinggirkan Gemar Membaca

“Anak tidak sekolah terbanyak berada di wilayah Kecamatan Dampit yakni sebanyak 1.158 orang anak, Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebanyak 1.087 orang anak, dan di wilayah Kecamatan Singosari sebanyak 1.004 orang anak,” pungkasnya. [cyn.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru