Kota Batu, Bhirawa
Cuaca buruk dengan hujan itensitas tinggi di Kota Batu menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi dalam sepekan terakhir. Dan angin kencang yang kerab menyertai hujan telah menyebabkan kerusakan bangunan sekolah dan rumah warga. Selain itu luapan air juga mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik.
Salah satu bangunan yang terdampak cuaca ekstrem terjadi wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Pada hari Sabtu (27/12), hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) rusak.
Laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana (PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyebut, peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi tadi.
”Dipicu angin kencang yang menerpa di wilayah Desa Tulungrejo menyebabkan terjadinya kerusakan sebuah bangunan sekolah TK Arjuno yang berlokasi di Jl Asparagus yang terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, Pukul 07.00 WIB pagi,” ujar Suwoko, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Sabtu (27/12).
Suwoko menjelaskan, cuaca ekstrem angin kencang di wilayah setempat sudah terjadi sejak dini hari. Akibatnya, bagian kamar mandi TK Arjuno mengalami kerusakan.Meskipun bangunan sekolah ini berada di tengah pemukiman, namun hanya sebagian kecil rumah warga yang mengalami kerusakan ringan pada atap. Hanya atap bangunan TK mengalami kerusakan cukup parah dengan dimensi panjang 6 meter dan lebar 6 meter.
Suwoko memastikan musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena aktivitas di TK Arjuno karena statusnya masih dalam masa liburan Natal dan Tahin Baru (Nataru).
Namun demikian Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan beberapa upaya penanganan darurat dan melakukan kaji cepat. Di antaranya, tim menurunkan atap kamar mandi tersisa karena dianggap membahayakan dan rawan tidak terbawa angin.
”Angin kencang yang bisa muncul sewaktu- waktu bisa menerbangkan atap kamar mandi (tersisa) ini dan bisa menimpa warga yang saat itu melintas ataupun warga di pemukiman terdekat. Dan saat itu juga BPBD merekomendasikan tindak lanjut untuk dilakukan perbaikan atap kamar mandi TK Arjuno yang rusak,” jelas Suwoko.
Sehari sebelumnya, tepatnya pada Jumat (26/12) malam, juga terjadi bencana hidrometeorologi di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Hujan itensitas tinggi disertai angin kencang juga merusak bangunan atap rumah milik Andaru yang berada di Jl Gajahmada RT02 RW09 Kelurahan Sisir.
”Selain dipicu cuaca ekstrem hujan intensitas tinggi di wilayah Kelurahan Sisir, kondisi kayu pada bagian atap rumah terdampak memang sudah lapuk. Akibatnya, atap bagian ruang tamu mengalami ambrol dengan dimensi panjang 3.5 meter dan lebar 4 meter, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka kepada kejadian ini,” papar Suwoko.
Tak hanya angin kencang yang merusak bangunan warga, bencana hidrometerologi juga menyebabkan banjir luapan pada Rabu (24/12). Banjir yang terjadi sore pukul 17.08 WIB terjadi di Jl Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan peningkatan debit air Sungai Paron yang disertai banyaknya sumbatan sampah. [nas.fen]

