Kab Malang, Bhirawa
Tempat kuliner di wilayah Kabupaten Malang di libur Natal 2025, tidak semuanya mendapat cuan atau keuntungan sesuai harapan, jika dibanding pada tahun sebelumnya. Sedangkan kondisi kuliner di kabupaten setempat menunjukkan hasil yang bervariasi, di mana pertumbuhan keuntungan memang tidak merata di seluruh sektor. Meskipun secara umum aktivitas masyarakat di Malang Raya diprediksi meningkat hingga 23 persen.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan beberapa tempat kuliner tidak mencapai target keuntungan, seperti beberapa destinasi wisata alam mengalami penurunan kunjungan yang signifikan. Sebagai contoh, Pantai Balekambang hanya mencatatkan 400 wisatawan per hari selama libur Natal, yang berimbas langsung pada sepinya lapak kuliner di area tersebut. Selanjutnya, kata pelaku usaha kuliner, yang juga Owner Warung Tani Pandri, Minggu (28/12) kepada Bhirawa, konsumsi rumah tangga menunjukkan peningkatan pada belanja bahan baku makanan dan pembuatan kue kering secara mandiri, yang dapat mengurangi frekuensi makan di luar seperti di restoran, cafƩ, dan pusat kuliner.
Sementara, masih dia katakan, lonjakan pengunjung lebih terpusat pada wilayah tertentu seperti kawasan wisata Kajoetangan, Kota Malang yang naik mencapai 300 persen dan pusat perbelanjaan atau mall yang mengandalkan promo khusus. Hal ini menyebabkan pelaku kuliner di wilayah pelosok Kabupaten Malang tidak merasakan dampak ekonomi yang sama kuatnya. Sedangkan di akhir tahun seperti sekarang ini, Pemerintah Daerah masih terus mengejar target pajak restoran. Karena realisasi yang belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah, meskipun secara akumulasi pendapatan pajak daerah mencapai angka positif.
“Secara keseluruhan, perputaran uang di sektor wisata dan kuliner di Kabupaten Malang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), distribusi cuan lebih banyak dinikmati oleh tempat-tempat yang memiliki akses strategis atau program hiburan khusus,” papar Pandri.
Dikesempatan itu, dia juga menyatakan, bahwa Warung Tani yang kami kelola ini di libur Natal 2025, jumlah pengunjung turun, jika dibanding tahun sebelumnya. Meski jumlah pengunjung turun, namun tempatnya dibuat acara wedding atau pesta pernikahan. Sehingga hal itu bisa dibuat tambal sulam untuk memperoleh cuan. Selain itu, tuturnya pengunjung di Warung Tani ini, karena di beberapa daerah di Indonesia terjadi bencana alam, yang kemungkinan hal tersebut menyebabkan tempat-tempat kuliner di Kabupaten Malang ini mengalami penurunan jumlah pengunjung.
“Kami berharap di malam tahun baru hingga libur Tahun Baru 2026 nanti, Warung Tani dan tempat-kuliner lainnya banyak didatangi pengunjung untuk merasakan sensasi rasa yang ditawarkan pengelola kuliner kepada masyarakat, Karena masing-masing tempat kuliner menawarkan keunggulan masakannya, termasuk Warung Tani,” ujar Pandri.[cyn.ca]

