25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Gelaran Tutur Rasa Jawa Timur, Diskop UKM Jatim Memadukan Kopi, Kuliner, dan Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi


Pemprov, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) menggelar event Tutur Rasa Jawa Timur “Dari Kebun ke Meja Seduh”.

Festival kuliner, kopi, dan industri kreatif ini digelar selama dua hari, yakni tanggal 27-28 Desember 2025, pukul 11.00-21.00 WIB di Hall Balai Pemuda Surabaya.

Dengan event ini, Diskop UKM Jatim Provinsi menghadirkan sebuah ruang perjumpaan antara rasa, cerita, dan peluang ekonomi. Festival ini menjadi etalase besar bagi produk UMKM Jawa Timur, lengkap dengan bazar kopi dan durian, workshop fotografi dan media sosial, pelatihan tentang kopi, hingga sosialisasi halal dan merek dagang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, menyebut pemilihan waktu akhir tahun bukan tanpa alasan. Acara ini memang diselenggarakan di akhir tahun, dengan harapan dapat menarik minat pengunjung untuk datang di festival ini.

“Kenapa Tutur Rasa? Karena ekonomi kreatif di Jawa Timur terus berkembang dan secara PDRB juga menunjukkan peningkatan,” kata Endy usai membuka event Tutur Rasa Jawa Timur pada Sabtu (27/12).

Dalam event ini, kopi menjadi salah satu bintang utama. Bagi Endy, kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan sebagau penggerak ekonomi.

“Teman-teman kopi dikumpulkan di sini untuk memperkenalkan bahwa kopi ini bisa menjadi penggerak ekonomi,” ucapnya.

Berita Terkait :  Polres Tulungagung Musnahkan Knalpot Brong dan Miras di Apel Operasi Ketupat 2025

Nama Tutur Rasa sendiri menyimpan makna filosofis. Jika “tutur” biasanya merujuk pada kata, di festival ini justru rasa yang berbicara. Setiap pelaku UMKM kopi membawa kekhasan masing-masing, baik dari proses tanam, petik, sangrai, hingga seduhan.

“Biarkan rasa yang akan bercerita. Nilai tambah kopi itu bukan hanya ketika dijual sebagai kopi, tapi ketika disertai storytelling, bagaimana dipetik dari petani, bagaimana aromanya bisa berpadu dengan rasa buah, bahkan ceri,” tutur Endy, sembari mencicipi kopi beraroma ceri di lokasi acara.

Cerita-cerita itulah yang membuka peluang, terutama bagi generasi muda. “Ini peluang bagi Gen Z maupun para senior untuk berekspresi, menggunakan komoditas kopi sebagai sarana peningkatan ekonomi,” lanjutnya.

Endy menceritakan bahwa Jawa Timur sendiri dikenal memiliki biji kopi unggulan, seperti dari Ijen, Jombang, hingga daerah lain. Semua hadir di satu ruang. Menariknya, festival ini juga mengusung semangat berbagi, dimana para pelaku kopi mendonasikan biji kopi mereka, sehingga pengunjung bisa menikmati seduhan sambil berdonasi.

Dengan momentum liburan akhir tahun dan lokasi strategis di pusat kota, bahkan berdampingan dengan acara budaya populer seperti K-Pop, Endy optimistis festival ini akan menyedot banyak pengunjung.

“Manfaatkan pameran ini untuk mengenalkan produk, dan mengangkat derajat kopi, bukan hanya sebagai minuman biasa. Ceritakan asal-usulnya. Di situlah nilai tambah sebuah produk,” tegasnya.

Tak hanya kopi, kuliner khas daerah juga mendapat panggung. Dari lontong kupang Surabaya, soto dan tahu campur Lamongan, hingga nasi jhejhen Madura dengan taburan bubuk kelapa, semuanya membawa identitas budaya.

Berita Terkait :  Wali Kota Eri Resmikan Taman Harmoni untuk Wisata Edukasi, Kuliner, dan Keluarga

“Makanan itu bukan sekadar makanan. Ia adalah cerita tentang budaya daerah, sehingga hal itu yang membuat orang tertarik mencoba,” ujar Endy.

Melalui Tutur Rasa, pemerintah ingin memastikan dua hal, yakni masyarakat mengenal kualitas produk lokal, dan pelaku usaha mengalami peningkatan, baik dari sisi omzet maupun jangkauan pasar.

“Harapannya, pemasaran tidak hanya di Jawa Timur, tapi bisa nasional,” harapnya.

Menatap 2026, Endy menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan. Pemerintah, menurutnya, akan terus mendorong ekosistem usaha yang sehat. Termasuk memanfaatkan kredit UMKM berbunga rendah untuk membantu pelaku usaha naik kelas dan membuka lapangan kerja.

“Dengan bergeraknya ekonomi dari kopi, makanan, dan buah-buahan, kita bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian. Itu tujuan besarnya,” pungkasnya.

Di Tutur Rasa Jawa Timur, pengunjung tidak hanya menyesap kopi atau mencicipi kuliner. Mereka diajak mendengar kisah tentang tanah, budaya, dan harapan. Karena di Jawa Timur, rasa memang punya cara sendiri untuk bercerita. [bed.gat*]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru