24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Jawa Timur Jadi Tulang Punggung Hilirisasi Perkebunan dan Swasembada Gula


Pemprov Jatim, Bhirawa
Pemerintah pusat menegaskan komitmennya mempercepat hilirisasi sektor perkebunan dengan menempatkan Jawa Timur sebagai motor utama produksi nasional. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Hilirisasi Perkebunan yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/12).

Menteri Pertanian RI, Andi Arman Sulaiman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kinerja sektor pertanian yang dinilai konsisten berada di jajaran teratas nasional.

“Pertama kami apresiasi Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, luar biasa. Atas nama pemerintah pusat, Kementerian Pertanian mencatat Jawa Timur selama dipimpin beliau selalu berada di posisi tiga besar nasional, bahkan beberapa komoditas menjadi nomor satu di Indonesia,” tegas Mentan.

Menurut Mentan, keberhasilan Jawa Timur bukan hanya pada satu sektor, tetapi menyeluruh, mulai dari perkebunan, peternakan, hingga produksi pangan strategis. Salah satu yang paling disorot adalah komoditas tebu.

“Kalau Jawa Timur berhasil secara nasional, insyaallah tahun depan kita tidak akan impor gula wajib. Karena 50 persen kebun tebu nasional ada di Jawa Timur,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Mentan, menargetkan pengembangan tebu nasional seluas 100 ribu hektare, dengan porsi terbesar berada di Jawa Timur.

“Target tebu 70.000 hektare ada di Jawa Timur. Artinya 70 persen nasional ada di sini. Sisanya di Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Siap Sukseskan Angkutan Lebaran 2025 dengan Perbaikan dan Penggantian Prasarana

Ia menambahkan, percepatan ini didukung sinergi lintas sektor, termasuk TNI/Polri dan Kejaksaan, guna memastikan kelancaran di lapangan. Dari kebutuhan awal sekitar 35.000 hektare, saat ini tersedia cadangan lahan hingga 68.000 hektare.

“Insya Allah ini kita kerjakan sekarang dan dilanjutkan Januari sampai Maret. Total anggaran nasional mencapai Rp1,6 triliun. Jika ini terealisasi, tahun depan kita stop impor gula putih,” kata Mentan optimistis.

Saat ini, impor gula putih Indonesia masih berada di kisaran 2,68 juta ton per tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut nol melalui peningkatan produksi dalam negeri.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Pertanian juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian.

“Hari ini saya langsung berikan traktor. Minimal 120 unit, bisa sampai 200 unit, dengan nilai sekitar Rp100 miliar,” ungkap Mentan.

Dengan kontribusi besar Jawa Timur, baik dari sisi lahan, produksi, maupun sumber daya manusia, pemerintah yakin target swasembada gula dan hilirisasi perkebunan nasional bukan sekadar wacana.

“Kalau Jawa Timur sukses, Indonesia akan sukses,” pungkas Mentan.

Rapat koordinasi ini menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional sekaligus penentu keberhasilan agenda besar pemerintah dalam menghentikan ketergantungan impor dan memperkuat industri hilir perkebunan. [bed.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru