Sidoarjo, Bhirawa
Pihak Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (23/12) kemarin, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap ratusan pegawai yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano SSos, mengatakan sampai tahun 2025 ini jumlah total pegawai di BPBD Sidoarjo mencapai sekitar 200 an orang. Mereka berasal dari kelompok ASN dan PPPK.
“Alhamdulilah selama ini mereka sudah menjalankan tugas dengan baik. Respon time mereka, tepat waktu saat datang ke lokasi kejadian,” komentar Sabino, dalam acara, yang digelar di ruang delta graha Setda Sidoarjo itu.
Kalau respontime mereka sering terlambat, menurut Sabino, tentu akan mempengaruhi pertolongan kepada para korban-korban bencana.
Dalam akhir tahun 2025 ini, sebagai petugas penanggulangan bencana, mereka terus siaga. Karena pada akhir tahun, kerap muncul bencana-bencana akibat dampak hidrometeorologi. Misalnya banjir dan angin puting beliung.
“Teman-teman siaga, latihan mandiri dan juga selalu mengecek peralatan kerja setiap hari. Agar saat dipakai tidak ada masalah,” kata Sabino, yang juga Camat Tanggulangin itu.
Sebagai salah satu bentuk respontime penanggulangan bencana, kata Sabino, pada tahun 2025 ini, di Kecamatan Sukodono dibangun pos Damkar. Saat ini proses pembangunan. Semoga pada bulan Desember ini segera tuntas.
Untuk bencana kebakaran, pada tahun 2025 ini, di wilayah Sidoarjo mengalami penurunan bila dibanding tahun 2024 lalu. Pada tahun 2025 dari catatan petugas terjadi sebanyak 200 an kasus kebakaran. Sedangkan pada tahun 2024 lalu sebanyak 500 an kasus.
“Kita saat ini punya total 7 pos Damkar. Ini sebagai upaya respontime kita dalam penanggulangan bencana kebakaran. Dengan banyaknya pos Damkar, akan bisa mempercepat petugas datang menuju ke lokasi kejadian,” paparnya.
Selain bencana kebakaran, bencana yang setiap tahun masih menghantui warga di wilayah kabupaten Sidoarjo adalah bencana banjir dan angin puting beliung. Bencana banjir, tidak lepas karena wilayah geografis kabupaten Sidoarjo adalah termasuk dataran yang rendah.
“Dengan pembinaan dan pengawasan terkait kepegawaian ini, kita harapkan petugas tetap disiplin, tidak boleh lalai dalam menjalankan tugasnya,” ujar Sabino. (kus.dre)

