Agus Dwi Saputra
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) aparatur pendidikan, dari yang semula ingin dilayani menjadi pelayan bagi masyarakat, khususnya peserta didik dan orang tua.
Ia menilai, kualitas layanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan anggaran, tetapi juga oleh sikap dan komitmen para pelaksana di lapangan.
“Sudah saatnya kita mengubah mindset. Bukan lagi menunggu untuk dilayani, tetapi hadir sebagai pelayan yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Agus, Senin (22/12).
Menurutnya, perubahan mindset tersebut sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Aparatur pendidikan dituntut responsif, profesional, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menekankan bahwa pelayanan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep. Oleh karena itu, seluruh jajaran Dinas Pendidikan, mulai dari pejabat struktural hingga tenaga pendidik, diminta untuk menerapkan prinsip melayani dengan sepenuh hati.
“Kita bekerja bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk masa depan generasi Sumenep. Jika mindset sudah berubah, maka kinerja dan kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat,” tegasnya.
Ia juga berharap, semangat melayani tersebut dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik.
“Kalau semangat melayani itu sudah mengakar di masing-masing individu, pasti dunia pendidikan di Sumenep ini lebih baik,” tukasnya. [sul.gat]

