24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Puluhan Linmas Desa Sukoanyar Kabupaten Malang Dilatih Mitigasi Risiko Perubahan Iklim

Kades Sukoanyar Priyanto saat foto bersama dengan personil BPBD Kabupaten Malang dan para Anggota Linmas Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang usai pelatihan adaptasi dan mitigasi risiko perubahan iklim, di Kantor Desa setempat.

Kab Malang, Bhirawa.
Puluhan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah dilatih pada adaptasi dan mitigasi risiko perubahan iklim. Hal itu sebagai Langkah proaktif Pemerintah Desa untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di garis depan dalam penanggulangan bencana. Mengingat, Desa Sukoanyar tersebut rentan terhadap fluktuasi cuaca ekstrem dan dampaknya.

Hal ini disampaikan, Kepala Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Priyanto, Selasa (16/12), kepada wartawan. Selain para anggota Linmas tersebut dilatih tentang mitigasi risiko perubahan iklim, kata dia, juga sebagai upaya kolektif untuk membangun ketahanan desa terhadap dampak krisis iklim.

“Sebanyak 30 anggota Linmas Desa Sukoanyar, sudah kegiatan pelatihan intensif pada beberapa hari lalu, yang pelatihannya berfokus pada adaptasi dan mitigasi risiko perubahan iklim,” paparnya.

Dia menegaskan, pelatihan itu sangat penting dalam peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kian meningkat akibat perubahan iklim. Dan anggota Linmas bukan hanya bertugas menjaga ketertiban, namun kini memiliki tanggung jawab tambahan sebagai motor penggerak kesiapsiagaan di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Namun, pelatihan itu sebagai investasi kita bersama agar desa kita mampu beradaptasi, mengurangi risiko, dan pulih lebih cepat saat bencana terjadi.

Berita Terkait :  Lebih Dekat dan Bersahabat, Polantas Menyapa Hadirkan 3S saat Pelayanan di Samsat Bondowoso

Dalam pelatihan itu, kata Priyanto, juga diberikan materi terkait Manajemen Penanggulangan Bencana (PB), yang meliputi siklus bencana yakni pemahaman menyeluruh tentang tahapan sebelum dan setelah bencana. Serta kegiatan spesifik yang harus dilakukan pada setiap fase (pra bencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana). Kemudian tentang mitigasi risiko perubahan iklim yakni Identifikasi potensi ancaman di Desa Sukoanyar. Misalnya, banjir, kekeringan, atau angin kencang, dan langkah-langkah struktural maupun non struktural untuk mengurangi dampak.

Para anggota Linmas, masih dia katakana, juga menerima materi sistem peringatan dini komunitas, yakni pelatihan praktis mengenai cara membangun dan mengoperasikan sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal yang cepat dan efektif, serta memastikan informasi bahaya tersebar merata hingga ke pelosok desa. Dan pada akhir kegiatan, diskusi tentang strategi adaptasi di sektor-sektor vital, seperti mengelola Sumber Daya Air SDA), serta teknik pertanian yang tahan iklim ekstrim.

“Angota Linmas akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya mampu merespons bencana, tetapi juga memiliki kemampuan preventif dalam memetakan dan mengelola risiko lingkungan jangka panjang,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Priyanto menambahakan, dengan bekal ilmu manajemen PB dan adaptasi iklim, maka anggota Linmas kini siap menjadi fasilitator bagi warga lainnya, Dan memastikan bahwa kesiapsiagaan menjadi budaya yang mengakar di seluruh Desa Sukoanyar, dan membawa desa ini selangkah lebih maju menuju status sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Berita Terkait :  Tuntutan Sistem dan Ukuran Kualitas Mahasiswa jadi Faktor Dampak Inflasi IPK

“Anggota Linmas memiliki bekal PB, maka mereka juga menjadi fasilitator Bagai warga desanya maupun desa lainnya,” ujarnya. (cyn.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru