24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Koordinasi Kewilayahan Kota Batu Hadapi Nataru di Masa Rawan Bencana

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu menggelar Rapat Kordinasi dan Pembinaan Kewilayahan dalam menghadapi momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tahun ini berada di masa rawan bencana. Pembinaan yang dikemas dalam bentuk sarasehan ini dilaksanakan di Graha Pancasila Balai Kota Batu, Selasa (16/12). Sarasehan digelar Pemkot ini mengusung tema ‘Sinergitas Menghadapi Liburan Nataru dan Antisipasi Bencana Alam’.

Sarasehan ini menghadirkan seluruh komponen pimpinan dan perangkat wilayah Kota Batu. Pemkot melakukan pendekatan whole of society dan whole of government untuk menyiapkan Kota Wisata ini dalam menyambut puncak musim liburan Nataru.

”Kota Batu sebagai destinasi utama pariwisata akan mengalami peningkatan signifikan dalam kunjungan. Ini adalah peluang ekonomi, tetapi juga tantangan besar bagi keamanan, ketertiban, dan kesiapan kita menghadapi potensi bencana alam di musim penghujan,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu dalam sambutannya.

Nurochman menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan semua pihak. Untuk itu adanya koordinasi yang rapat antar semua OPD, TNI, Polri, dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga Kota Wisata tetan aman dan nyaman.

Sementara, Kapolres Batu Kota, AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kabag Ops Kompol Anton Widodo, dalam forum ini memaparkan situasi kamtibmas dan rencana pengamanan Nataru. Hal ini sekaligus disampaikan kondisi dan antisipasi dalam menghadapi kerawanan wilayah.

Anton menyatakan kesiapan penuh Polres Batu Kota dalam pelaksanaan pengamanan melalui Operasi Lilin Semeru 2025. ”Operasi ini bukan sekadar pengamanan rutin tahunan. Ini adalah transformasi menuju Polri yang lebih melayani dan adaptif yang berfokus pada pelayanan publik sosial dan spiritual,” ujar Kompol Anton.

Berita Terkait :  Tim Senam Koramil Kepohbaru Bojonegoro Juarai Lomba Joget Komando

Kompol Anton menyatakan, Polres Batu Kota telah bertransformasi dari sekadar ‘penjaga’ menjadi ‘penguat rasa aman’ bagi setiap ibadah dan perayaan warga. Dan transformasi ini bertujuan memberi jaminan rasa aman masyarakat dari segala ancaman mulai sebelum, saat, dan sesudah Nataru.

Kompol Anton menjelaskan, target pengamanan difokuskan pada tiga aspek utama. Yaitu, kelancaran ibadah, kelancaran arus mudik wisata, dan keselamatan wisatawan. Dalam mengurai problematika krusial Kota Wisata, Polres telah melalukan analisa mendalam terkait permasalahan yang dihadapi Kota Batu selama libur panjang. Hal ini dimulai dari aspek sosial berkaitan dengan padatnya aktivitas peribadatan. Kemudian ditambah dengan adanya lonjakan sampah wisata, dan beban kerja lembur tenaga pariwisata.

Adapun untuk aspek ekonomi telah dilakukan analisa terhadap stabilitas harga, ketersediaan sembako, BBM dan gas, serta air bersih. Dan untuk aspek keamanan didominasi oleh ancaman kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, gangguan dalam ibadah, dan peredaran narkoba.

Yang harus ikut diwaspadai adanya potensi penipuan Dalam Jaringan (Daring) hingga potensi tindak pidana terorisme. ”Langkah terstruktur dan sinergi lintas sektor telah dibuat Polres Batu Kota untuk mengatasi tantangan itu, sekaligus menyusun langkah pra-operasi yang terperinci,” ujar Kompol Anton. [nas.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru