Pamekasan, Bhirawa
Musyarawah Kabupaten (Muskab) Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) menetapkan secara aklamasi Arief Wibisono sebagai Ketua DKP periode 2025-2030, yang diikuti 32 Perwakilan Sanggar dan komunitas kesenian, di Pendopo Budaya Pamekasan.
Muskab DKP dibuka secara resmi Bupati Pamekasan, Dr. KH Kholilurrahman, hadir Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, Pimpinan DPRD Pamekasan, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD, Perwakilan Kadisdikbud Pamekasan, dan Ketua DKP dimisioner, Wiwid Prakoso.
“Kita bersyukur kehadiran Allah, SWT, bahwa kita bisa mengikuti Musyawarah Kabupaten (Muskab) Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), dengan iringan doa mudah-mudahan Muskap DKP ini menghasilkan program-program yang baik,” ucap Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengawali sambutan.
Dikatakan, Muskap DKP ini merupakan institusi pengambilan keputusan tertinggi menyusun pengurus dan program serta ketentuan organisasi yang lain. Oleh karena itu, harapannya musyawarah kabupaten, DKP dapat menumbuhkan kembali semangat dalam motivasi baru.
“Lupakan yang sudah berlalu. Ya pak Wid, kita membuka lembaran baru yang akan kita tulis dengan tinta emas,” tutur Bupati Kholil, disambut hangat para hadirin.
Keberadaan DKP harus menjadi salah satu institusi yang bisa kita pertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya dan karya seni. Ada tiga saya janjikan kepada remaja kita, pertama adalah Olahraga, kedua Kesenian dan ketiga Kebudayaan.
“Dengan kesenian kita akan hidup indah. Innallah hujamilun wa hibul jamaah bahwa Allah itu indah. Dan Allah senang keindahan, sehingga seni ini perlu dikembangkan tapi seni yang indah. Seni yang tidak merusak akar-akar budaya Madura pada umumnya.
“Kita punya budaya, kita punya nilai-nilai leluhur kita. Itu yang harus kita pertahankan. Sembari memasukan nilai-nilai baru yang baik dan itu tidak bertentangan,” tambahnya.
Kepada siapa memimpin Dewan Kesenian Pamekasan, berharap berkegiatan dalam sanggar seni harus dikembangkan jangan sampai redup, agar supaya pera seniman dapat terus berinovasi untuk menghasilkan karya baiknya. [din.hel]

