Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama Ombudsmen RI berkomitmen menjadikan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program yang memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat.
Karena itu mereka melakukan peninjauan sekaligus inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (12/11).
Peninjauan dilakukan langsung Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto dan anggota Ombudsmen Republik Indonesia, Indraza Marzuki Rais.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pengawasan Ombudsman RI terhadap layanan publik pada MBG sebagai program strategis nasional.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan kebiasaan makan sehat bagi peserta didik di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Batu,” ujar Indraza.
Adapun peninjauan diawali di Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Sulaiman Al-Hajj yang ada di Kelurahan Dadaprejo. Di lokasi ini, Ombudsman RI bersama Wawali meninjau dapur pengolahan makanan mulai dari proses memasak, pengepakan, hingga pengiriman ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Dari hasil pantauan, dapur telah memenuhi standar operasional. Namun sertifikat laik hygiene sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal masih dalam proses pengurusan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi beberapa sekolah dimana muridnya menjadi penerima manfaat MBG. Yaitu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Batu, MTsN Kota Batu, dan MA Bilingual. Mereka melihat proses distribusi dan menyapa langsung para siswa.
Para siswa menyampaikan bahwa mereka menyukai menu yang disajikan. Dan kemarin mereka menerima menu nasi putih, ikan nila fillet, tempe selimut katsu, sayur sawi wortel, dan buah semangka. Adapun bagi siswa dengan alergi ikan, disediakan menu pengganti berupa ayam goreng.
Dalam kajian diketahui bahwa dalam satu hari SPPG Sulaiman Al-Hajj mendistribusikan sebanyak 3.308 porsi makanan. Porsi ini terdiri dari 426 porsi kecil, dan 2.882 porsi besar. Adapun pengiriman dilakukan dalam empat gelombang, dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, mencakup sekolah TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA di wilayah Desa Dadaprejo dan sekitarnya.
Indraza menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG yang baik di Kota Batu. Karena dalam mengimplementasi MBG di Kota Batu, pemkot telah aktif berkoordinasi.
Hal ini membuat para pengelola dapur menjalankan tugasnya sesuai standar. “Dan implementasi MBG di Kota Batu Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu terus mendorong percepatan perizinan bagi seluruh dapur pengolah MBG.Dari total dapur yang ada, delapan sudah beroperasi, tiga dalam tahap persiapan, dan sisanya masih pembangunan.
“Dan kami pastikan seluruh dapur pengolah MBG memenuhi ketentuan agar pelayanan kepada anak-anak berjalan optimal,” tegas Heli. (nas.dre)

