25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kisah Disabilitas Tuli yang kini Bekerja di PT Neo Sarana Medika Surabaya


Awalnya Canggung, Bersyukur Bekerja di Lingkungan Ramah Serta Suportif
Pemprov, Bhirawa
Keterbatasan fisik tidak selamanya menjadi hambatan untuk meraih kemandirian. Empat penyandang disabilitas tuna rungu lulusan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (UPT RSBRW) Pasuruan, Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, menjadi salah satu buktinya. Kini, mereka telah bekerja secara profesional di PT Neo Sarana Medika Surabaya, sebuah perusahaan yang memproduksi dan merakit berbagai alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas.

PT Neo Sarana Medika Surabaya sejak awal membuka peluang bagi pekerja disabilitas. Perusahaan ini melihat kemampuan dan ketekunan mereka sebagai keunggulan, bukan kekurangan. Kesempatan ini sekaligus menjadi ruang aktualisasi bagi para lulusan UPT RSBRW Pasuruan yang telah dibekali keterampilan serta bimbingan mental dan sosial.

Salah satu penerima manfaat, Azza, mengaku sangat bersyukur bisa bekerja dan mendapatkan lingkungan yang ramah serta suportif. Meskipun sempat merasa canggung saat pertama kali memasuki dunia kerja, ia mampu beradaptasi berkat dukungan rekan dan pembimbing dari perusahaan.

“Saya senang bisa kerja di PT Neo Sarana Medika Surabaya, lingkungan kerjanya sangat mendukung. Walaupun di awal saya masuk kerja masih kesulitan karena masih dalam penyesuaian,” ungkapnya menggunakan bahasa isyarat.

Sebagai informasi, UPT RSBRW Pasuruan merupakan salah satu lembaga rehabilitasi sosial di bawah Dinsos Jatim yang fokus membekali penyandang tuna rungu dengan keterampilan vokasional. Mulai dari kemampuan kerja dasar hingga pelatihan komunikasi menggunakan bahasa isyarat, semua diberikan secara terstruktur agar ketika lulus siap bekerja maupun berwirausaha secara mandiri.

Berita Terkait :  Bupati Situbondo Komitmen Anak Difabel Bisa Menimba Ilmu di Sekolah Umum

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Dinsos Jatim juga aktif sebagai fasilitator penyaluran tenaga kerja bagi penyandang disabilitas. Sejumlah perusahaan yang bermitra membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan. Selain penempatan kerja, Dinsos Jatim juga menyediakan dukungan berupa bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP Jawara) bagi yang ingin mandiri membuka usaha.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menghadirkan kesetaraan dan pemberdayaan sosial bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Terlebih, dunia kerja yang inklusif telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan pembangunan yang adil.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Jatim, Muchammad Arif Ardiansyah SSTP MSi, menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam memberdayakan penyandang disabilitas.

“Kami terus memperkuat jaringan dengan berbagai mitra usaha yang memiliki komitmen terhadap pekerja disabilitas. Harapannya, para penerima manfaat dapat mandiri dan memiliki martabat yang setara dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang membuka diri, kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya kian luas. Kisah Azza dan rekan-rekannya menjadi bukti bahwa kemandirian dapat diraih ketika kesempatan, pelatihan, dan dukungan diberikan secara berkesinambungan. Mereka bukan hanya bekerja, tetapi juga menunjukkan bahwa setiap manusia berhak dihargai berdasarkan kemampuan, bukan keterbatasan. [rac.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru