25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Isapm Awards 2025, Dekan FK UK Petra Diakui sebagai Pelopor Ilmu Nyeri


Surabaya, Bhirawa
Dekan FK UK Petra meraih penghargaan Kategori Khusus dan Lifetime Achievement sebagai Pelopor Ilmu Nyeri di Indonesia pada ISAPM AWARDS 2025 atas dedikasinya mengubah pandangan bahwa nyeri adalah ilmu mandiri, bukan sekadar gejala.

Gelaran ISAPM AWARDS 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Anaesthesiology & Pain Management acara pemberian penghargaan kepada para profesional medis yang memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan ilmu dan pelayanan nyeri di Indonesia, Selasa (7/10).

Beliau ialah Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, dr., Sp.An-TI, Subsp.N.An.(K), Subsp. M.N.(K) adalah seorang dokter spesialis lulusan tahun 1981, Selain sudah lama memberikan kontribusi besar dalam dunia medis Indonesia, juga dikenal sebagai pelopor dalam studi tentang nyeri, dulunya hanya dianggap sebagai gejala, kini diakui sebagai sebuah ilmu dalam sains, salah satunya berkat beliau.

“Tantangan terbesar bidang ilmu nyeri di masa depan adalah meyakinkan masyarakat dan profesional bahwa nyeri bukanlah sekadar gejala, melainkan masalah yang jika mengganggu harus ditangani oleh dokter ahli di bidang nyeri,” jelasnya.

Lanjut Prof. Rita mengukapkan dalam Disertasinya pada tahun 1999 yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Psikologis Prabedah terhadap Toleransi Nyeri dan Respon Ketahanan Imunologik Pasca Bedah” adalah penelitian pertama di Indonesia yang mengkaji secara mendalam tentang hubungan antara aspek psikologis dan fisiologis dalam persepsi nyeri.

“Ilmu nyeri fokus pada keterlibatan berbagai fungsi tubuh, termasuk otak dan sistem emosi, dalam timbulnya rasa nyeri, sosialisasi tentang ilmu nyeri perlu dilakukan melalui workshop dan dimasukkan (embedded) dalam kurikulum Pendidikan Kedokteran di Indonesia,” ungkap Prof. Rita.

Berita Terkait :  Membahayakan, Anak Masa Kini Minim Aktifitas Fisik

Prof. Rita menambhakan bahwa Kampus UK Petra dapat memiliki Klinik Nyeri sebagai salah satu keunggulan yang dibangun melalui manajemen terpadu antara berbagai ahli yang kompeten dan bersertifikat (memiliki STR, SIP).

“Berharap klinik memanfaatkan teknologi dalam diagnostik maupun penanganan nyeri, Selain dokter, idealnya klinik nyeri juga menerima konsultasi terkait aspek psikologis nyeri, dengan melibatkan ahli psikologi,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru