Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat, Rabu (1/10) kemarin.
Bojonegoro,Bhirawa.
Untuk memperkuat sinergi dan memastikan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Taufan Hunneman, melakukan kunjungan kerja dan dialog interaktif dengan sejumlah mitra dan masyarakat penerima manfaat Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), Rabu (1/10) kemarin.
Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat PKBM Wana Bhakti, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat dari wilayah sekitar operasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB). Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen PEPC, Camat Ngasem, serta sejumlah mitra pelaksana seperti Ademos, IdFos, Alas Institut, dan BSMKH.
Dalam sambutannya, Taufan Hunneman menyampaikan apresiasi terhadap capaian para mitra binaan serta menegaskan komitmen PEPC dalam menjalankan program yang tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Komitmen kami tidak hanya pada aspek produksi dan operasional. Lebih dari itu, kehadiran PEPC di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun pelestarian budaya,” ujar Taufan.
Dialog interaktif ini dihadiri oleh perwakilan mitra binaan dari berbagai sektor, seperti UMKM Bolo JTB yang membawa produk unggulan Batik Sekar Rinambat dan olahan daun kelor; Koperasi LMDH Desa Ngasem sebagai pelaksana program lingkungan Biru Langit JTB; serta Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH) dan Koperasi Rimba Tani Desa Bandungrejo, penerima Program Petani Hutan JTB.
Di sektor pendidikan, PEPC menaruh perhatian besar pada keberadaan PKBM Wana Bhakti yang membuka akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, manajemen PEPC menyerahkan secara simbolis bantuan fasilitas pembelajaran untuk mendukung proses belajar warga.
“Ilmu pengetahuan adalah modal dasar bagi masyarakat untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas diri. Akses pendidikan yang terbuka akan membuka jalan menuju kemandirian,” lanjut Taufan.
Sementara itu, Field Manager JTB, Sujianto, turut menambahkan bahwa program pemberdayaan ekonomi melalui UMKM merupakan bagian dari strategi jangka panjang PEPC dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami menyaksikan langsung bagaimana produk-produk UMKM binaan memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan alat produksi dan pelatihan yang tepat, mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Sujianto.
Kegiatan ini juga disemarakkan dengan penampilan musik gamelan dari anak-anak usia sekolah dasar yang tergabung dalam Paguyuban Seni Budaya Joyo Tirto Budoyo Laras (JTB-L). Program pelestarian budaya ini merupakan inisiatif PEPC yang telah mendapat dukungan dari SKK Migas.
Sebelum dialog berlangsung, rombongan Komisaris dan Dewan Komisaris PEPC melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Lapangan Gas JTB untuk memastikan operasi berlangsung secara selamat dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, serta menjadi wujud nyata kontribusi PEPC dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pengembangan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. (bas.hel)

