25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Imunisasi Awal, Dinkes Sumenep Fokus pada Anak Umur Nol Hingga 5 Tahun


Sumenep, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kesehatan P2KB hari ini (kemarin, red) mulai melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak mulai umur nol hingga 5 tahun.

Imunisasi serentak ini dilakukan di sejumlah sekolah tingkat PAUD, TK dan juga di 26 Puskesmas, baik wilayah daratan maupun kepulauan. Program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh anak di Kabupaten Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyampaikan langsung komitmen tersebut saat meninjau pelaksanaan imunisasi. Seluruh anak, baik yang tinggal di daratan maupun di kepulauan, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.

“Insya Allah di kepulauan tidak jauh berbeda dengan di daratan. Kami tetap berupaya agar pelayanannya sama, terutama untuk anak usia 9 bulan sampai 7 tahun,” kata KH Imam Hasyim, Senin (25/08).

Imam Hasyim menyebut pemantauan layanan di wilayah kepulauan dilakukan dengan dukungan teknologi. Pemkab Sumenep menggunakan aplikasi monitoring untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan maksimal.

“Kami pantau langsung, baik dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas di lapangan. Ini bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Ellya Fardasah menjelaskan, ORI tahap awal difokuskan kepada anak usia 0 hingga 5 tahun, kemudian dilanjutkan kepada anak usia sekolah. Pelaksanaan dilakukan serentak di seluruh Puskesmas dan sejumlah sekolah.

Berita Terkait :  Tanggul Jebol Dewan Langsung Sidak Minta Dinas Terkait Segera Perbaiki

“Ada 26 Puskesmas yang melakukan, baik itu di daratan maupun kepulauan. Jadi itu serentak dimulai hari ini (kemarin, red),” jelasnya.

Ellya menambahkan, capaian vaksinasi dan pemantauan kasus campak dilakukan menggunakan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang telah terintegrasi secara nasional. Dengan sistem tersebut pemerintah daerah bisa mengawasi perkembangan imunisasi maupun laporan kasus suspek campak secara real time.

“Kita punya aplikasi SKDR untuk memantau kegiatan suspek campak atau imunisasi. Semua sudah terintegrasi secara nasional,” pungkasnya. [sul.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru