Surabaya, Bhirawa
Olimpiade Nasional (Omnas) digalar Emerald Education Center (EEC) di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (13/12) lalu, menjadi ajang bergengsi para pelajar Indonesia untuk mengasah dan mengadu kepintaran di bidang Match (Matematika), Science (Sains) dan English (Bahasa Inggris).
Maka tidak salah apabila kompetisi pendidikan Omnas ini menjadi magnet besar bagi masyarakat khususnya para pelajar setiap tahunnya. Termasuk, Omnas Ke 15 tahun 2025 yang sukses menarik minat hingga 8.800 peserta di babak final Provinsi Jawa Timur.
Peserta tingkat SD dan SMP yang lolos masuk di babak Final Provinsi Omnas 15 ini mengikuti kompetisi kategori Match (Matematika), Science (Sains) dan English (Bahasa Inggris) di Gedung F (FBS) Unesa Surabaya.
Menurut Ketua Pelaksana Omnas 15, Arif Mustofa, setiap tahun peserta OMNAS terus mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan antusias masyarakat sangat tinggi sekaligus membuktikan Indonesia memiliki calon calon generasi bangsa yang hebat dan berprestasi.
”Kompetisi pendidikan Omnas ini menjadi ajang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang Matematika, Sains dan Bahasa Inggris,” tandas Mustofa.
Sebagai penyelanggara OMNAS, lanjut Mustofa, EEC mengaku bangga dan mengapresiasi antusias peserta dari 17 Kota/Kabupaten se – Provinsi Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Bojonegoro, Ponorogo, Tuban hingga Madura.
”Pada babak final provinsi ini, setiap peserta harus melewati seleksi ketat dengan passing grade minimal 72. Soal-soal yang dihadirkan dirancang lebih sulit dari tingkat sebelumnya. Sedangkan, komposisi soal disesuaikan, mulai dari tingkat kesulitan rendah, sedang, hingga tinggi, agar benar-benar menguji kemampuan peserta,” tandas Mustofa.
Omnas Ke 15 ini, selain merebutkan juara I dan Uang Pembinaan, serta medali. Peserta juga memperebutkan tiket menuju babak final nasional. Dimana, setiap level akan diambil 200 besar dari total empat kategori, yaitu level 1 hingga level 4. Mereka akan bersaing di tingkat nasional untuk memperebutkan hadiah utama berupa field trip ke luar negeri seperti Jepang, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Rasa bangga dan bahagia berhasil masuk babak final provinsi juga dirasakan peserta kelas VII asal SMPN 1 Ponorogo Jawa Timur bernama Kanaya Anindhita Kirani (13) pelajar yang sudah pernah mengikuti Omnas 14 bidang matematika, tetapi gagal lolos di babak penyisihan. Namun, kali ini Kanaya berhasil lolos masuk di babak Final Provinsi Omnas ke 15.
”Bangga dan bersyukur akhirnya bisa masuk di babak final OMNAS 15. Meskipun menjadi juara bukan prioritas utama, tapi saya akan tampil yang terbaik demi membuktikan diri saya bisa menyelesaikan kompetisi dan membanggakan kedua orang tua, serta nama baik sekolah,” kata Kanaya saat melakukan persiapan tes.
Irma (34) orang tua Kanaya mengaku bangga meskipun putrinya baru lolos di babak final provinsi. Ini sudah merupakan suatu prestasi yang membanggakan bagi dirinya. Karena putrinya berhasil menyisihkan ratusan peserta dari Ponorogo yang juga ikut babak penyisihan Omnas 15.
”Kanaya memang pandai dalam bidang matematika. Di sekolah nilai matematikanya selalu di atas rata rata 9. Hal ini yang mendorong kami sebagai orang tua untuk mensupport Kanaya ikut OMNAS. Selain sebagai ajang mengasah otak juga berani untuk tampil di muka umum,” terang Irma.
Antusiasme peserta mengikuti Omnas ini, membuktikan anak anak Indonesia itu pintara dan berprestasi. Sejalan dengan misi visi EEC yang berkomitmen mencetak generasi bangsa yang hebat dan go internasional. Untuk para pemenang kategori Matematika, Sains dan Bahasa Inggris akan diumumkan pada Awarding Juara yang digelar Minggu (14/12) di Graha Unesa Surabaya. [fen.hel]


