Wawali Kota Batu, Nurochman saat mendapatkan pengarahan dari Gubernur Khofifah IP di Gedung Grahadi Surabaya, beberapa waktu lalu.
Kota Batu,Bhirawa
Seiring pemetaan sebaran surplus–defisit komoditas strategis tahun 2025, Kota Batu tercatat memiliki surplus pada produksi bawang merah dan cabai merah. Dan hal ini menjadi kekuatan daerah dalam mendukung ketahanan pangan regional.
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras yang masih perlu mendapat perhatian, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu berlomitmen untuk terus mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga melalui pemantauan stok dan distribusi. “Selain itu Pemkot Batu juga akan memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman,” ujarnya, Jumat (27/2).
Selain itu, per Semester II Tahun 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu mencapai 99,3 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Batu dalam mendorong digitalisasi transaksi daerah. Selain itu hal ini juga untuk meningkatkan transparansi, dan memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan efisien.
Pemerintah Kota Batu berkomitmen mensinergikan TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Dengan komitmen ini mereka optimistis mampu menjaga stabilitas harga, dan memperkuat ketahanan pangan. “Pemkot Batu juga akan mendukung transformasi digital demi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tegas Heli.
Ia mengaku juga bahwa pihaknya telah mendapatkan pengarahan langsung dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat bertemu dalam momen High Level Meeting (HLM) antara TPID dan TP2DD se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Sebagai Wawali Kota Batu, Heli diminta untuk memantau secara ketat pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) di di Kota Wisata Batu.
Adapun harga bapokting yang menjadi sasaran prioritas adalah komoditas beras. Pengawasan ini untuk menghindari lonjakan harga beras yang signifikan. Dan dengan memanfaatkan forum HLM diharapkan menjadi ajang koordinasi efektif dalam mempermudah distribusi bahan pokok di lapangan agar pasokan tetap terjaga dan stabil.
Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Kota Batu sebagai salah satu daerah yang mendukung suksesnya program ketahanan pangan Presiden Prabowo. Karena Kota Batu dinilai memiliki lumbung pangan yang luas dan berkontribusi dalam menjaga ketersediaan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Jawa Timur yang tercatat sebanyak 822.854 ton per Februari 2026.(nas.hel)


