24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

44 Pasangan di Kabupaten Kediri Ikuti Nikah Massal

Pemkab Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar acara Kediri Ngunduh Mantu sebagai puncak peringatan Hari Ibu ke-97 di Convention Hall SLG, Senin (22/12). Acara ini merayakan 44 pasangan pengantin, termasuk mereka yang sebelumnya menikah siri atau belum tercatat secara resmi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi perempuan dan anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, mengaku bahagia melihat pasangan pengantin yang hadir. ”Kalau lihat 44 pasang pengantin ini rasanya saya ikut senyum-senyum sendiri. Auranya bahagia semuanya,” ujarnya.

Eriani menekankan acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat keluarga dan memuliakan perempuan. ”Menurut saya, Kediri Ngunduh Mantu ini cara yang paling tepat untuk memperingati Hari Ibu. Bukan sekadar dengan seremoni, tetapi dengan langkah nyata yang memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga,” paparnya.

Ariani juga menekankan pentingnya pernikahan sah secara hukum bagi perempuan. Perempuan berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum. Jangan korbankan diri dan masa depan demi hubungan yang tidak memberikan kepastian.

Sementara itu, Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari menjelaskan, melalui Program Kediri Ngunduh Mantu, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan kepastian hukum terutama bagi perempuan dan anak.

”Program ini kami tujukan bagi masyarakat kurang mampu agar tidak ada keluarga di Kabupaten Kediri yang tertinggal hanya karena persoalan administrasi,” jelasnya.

Berita Terkait :  Jalan Berdebu, DPRD Gresik Tuntut segera Diaspal

Nurwulan menambahkan, acara ini juga memudahkan penerbitan dokumen administrasi kependudukan secara cepat. ”Hari ini pula dokumen administrasi kependudukan baru langsung kami terbitkan sebagai bentuk pelayanan yang cepat, tertib dan berpihak,” tambahnya.

Salah satu pasangan pengantin, Ira (21) dan Reksa (22), yang sebelumnya menikah siri pada 2021, mengaku senang mengikuti nikah massal. ”Dulu karena usia saya 17 tahun, belum bisa menikah sah secara resmi, jadi terpaksa nikah siri. Sekarang senang karena dibantu mengurus dokumen resmi, mudah sekali cuma pakai KTP dan KK, nggak ada biaya,” ungkap Ira.

Acara ini diikuti 44 pasangan pengantin dengan usia pengantin antara 20 hingga 80 tahun. Dari jumlah tersebut, 16 pasangan telah mengikuti Isbat, 7 pasangan non-Muslim langsung ke Dukcapil, dan 21 pasangan merupakan pengantin baru.

Selain pernikahan massal, rangkaian kegiatan Hari Ibu 2025 juga mencakup kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan, sidang Isbat masal, pencatatan perkawinan, talk show perempuan kepala keluarga inspiratif, dan kegiatan nonton bersama anggota gabungan organisasi wanita. Tema Hari Ibu tahun ini ‘Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni’. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru