25 C
Sidoarjo
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Warga Desa Srigonco Kabupaten Malang Gelar Selamatan Sesaji 1 Suro

Ingatkan Manusia Pada Sang Pencipta

Kab Malang, Bhirawa.
Masyarakat Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dalam memperingati Hari Baru Islam 1446 menggelar Selamatan Adat Sesaji 1 Suro Ke 118, yang dikemas dengan acara Festival Adat Budaya Desa Srigonco, yang digelar di Pendapa Pantai Regent Balekambang, desa setempat, pada Selasa (9/7). Sedangkan dalam acara tersebut, langsung dihadiri Bupati Malang HM Sanusi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Malang.

Bupati Malang HM Sanusi, Selasa (9/7), kepada wartawan mengatakan, dalam Festival Adat Budaya Desa Srigonco yang juga dikemas dengan Selamatan Adat Sesaji 1 Suro ke 118, hal ini dirinya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena gelaran itu sebagai momentum penting untuk mempererat kebersamaan diantara warga Desa Srigonco dan warga di sekitarnya. Dan kegiatan itu juga menjadi kebanggaan dan kebahagiaan, karena kita bisa menyaksikan langsung suasana guyub rukun diantara warga setempat. “Semoga acara tersebut menjadi wadah silaturahmi untuk memperkokoh semangat kekeluargaan dan kebersamaan kita semua,” tuturnya.

Menurtunya, bulan Suro sebagai awal tahun yang memiliki makna sakral dan suci, terutama bagi masyarakat Jawa. Sebab, bulan Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa yang merupakan hasil akulturasi budaya Islam dan Jawa. Kedua budaya tersebut memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Jawa. Sedangkan bulan Suro sendiri juga diyakini sebagai bulan keramat dalam kehidupan spiritual. Dan sebagian masyarakat merasa perlu untuk menyambut bulan Suro dengan melaksanakan ritual yang bertujuan mengingatkan manusia kepada Sang Pencipta untuk membersihkan desa dari segala marabahaya.

Berita Terkait :  Motivasi Berwirausaha, Anggota DPRD Tulungagung Bantu Alat Perbengkelan ke Peserta Pelatihan

“Kegiatan Selamatan Adat Sesaji 1 Suro dengan melarung sesaji di laut merupakan tradisi turun-temurun sebagai sarana untuk merefleksikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil bumi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang, khusus warga Desa Srigonco,” papar Sanusi.

Selain itu, dia juga berharap, dengan kegiatan yang digelar masyarakat Desa Srigonco di bulan Suro ini, Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) akan selalu memberikan anugerah dan karunia ini akan terus dilimpahkan kepada Kabupaten Malang. Sehingga baik warga maupun wilayahnya selalu dalam keadaan sejahtera, makmur, aman, dan sentosa. Sedangkan budaya

larung sesaji itu merupakan simbol menyatunya alam semesta dengan manusia, yang berhubungan erat dengan cara bersyukur kepada Sang Pencipta, memahami manusia, dan berelasi dengan alam berdasarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.

Larung Sesaji, kata Sanusi, yakni untuk menciptakan keselarasan dan keserasian dengan alam semesta. Dan kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Kabupaten Malang selalu dinaungi keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya. “Dan kita tidak boleh lupa, bahwa kita juga berkewajiban untuk selalu menjaga diri dari perbuatan yang membawa kerusakan, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun alam dan lingkungan sekitar kita,” pungkasnya. [cyn.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru