25 C
Sidoarjo
Wednesday, July 24, 2024
spot_img

Wapres Minta Pengolahan Limbah B3 Dilakukan di dalam Kawasan Industri



Kab Pasuruan, Bhirawa.
Wakil Presiden (Wapres), KH Ma’ruf Amin berkunjung ke kawasan PIER Kabupaten Pasuruan, tepatnya di PT Prada Tanara Pratama serta PT Fronte Classic Indonesia, Kamis (27/6/2024) sore.

Kedatangan Wapres ke perusahaan Jepang-Indonesia yang bergerak di industri karpet dan permadani ini untuk melihat secara langsung proses pengolahan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya).

Ia menilai pengolahan limbah di PT Prada Tanara Pratama sangat bagus. Yakni, pengolahan limbah B3 maupun limbah lainnya sudah dilakukan di dalam kawasan industri.

“Saya melihat pengolahan limbah B3 dan limbah lainnya di Kawasan PIER ini sangat bagus. Tidak dibangun dekat dengan rumah penduduk atau fasilitas publik, tapi di dalam kawasan perusahaan sendiri,” ujar KH Ma’ruf Amin.

Saat ini, lanjut Wapres, sampah B3 menjadi isu hangat yang harus terus dibicarakan. Lantaran, selain sangat berbahaya dan beracun, limbah perusahaan yang apabila tidak dikelola dengan baik bisa berakibat fatal pada kesehatan para buruh maupun alam sekitar.

“Sampah B3 menjadi berbahaya dan bermasalah apabila dibuang ke beberapa tempat. Sehingga KLH berupaya membangun tempat pengolahan sampah. Diharapkan di dalam kawasan industri, pengolahan limbah harus dilakukan di dalam kawasan. Tidak malah dibuat sendiri,” urai Ma’ruf Amin.

Wapres menjelaskan bahwa sampah-sampah perusahaan harus terintegrasi dengan baik. Yakni, tak mengganggu aktifitas warga. Terlebih mengakibatkan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan.

Berita Terkait :  Jelang Pilkada, Bawaslu Situbondo Resmi Launching Posko Kawal Hak Pilih

“Sampah B3 yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Makanya, mulai sekarang kami minta semua perusahaan dapat memahami pentingnya pengolahan sampah yang terintegrasi,” tambah Ma’ruf Amin.

Usai berkunjung ke PT Prada Tanara Pratama, Ma’ruf Amin bersama rombongan melanjutkan kunjungannya ke PT Fronte Classic Indonesia. Di sana, ia melihat proses finishing. Yaitu, packing barang sebelum dikirim ke luar negeri.

Wapres menilai perusahaan itu sudah memberikan keuntungan bagi Indonesia. Dikarenakan, 80 persen produk karpet mobil yang diproduksi dikirim ke Jepang dan negara Eropa serta 20 persen sisanya untuk pasar lokal.

“Ini sangat luar biasa. Karena masih berproduksi untuk kebutuhan dalam negeri meskipun untuk prosentasenya kecil,” imbuh Ma’ruf Amin.

Dalam kunjungannya, Wapres KH Ma’ruf Amin didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono serta Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru