28 C
Sidoarjo
Friday, July 12, 2024
spot_img

Semester Pertama 2024, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Situbondo Menurun

Situbondo, Bhirawa
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga
Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo, Muhammad Imam Darmaji mengakui, angka kasus
kekerasan perempuan dan anak pada semester pertama 2024 mengalami penurunan.
Menurut dia, kasus kekerasan perempuan dan anak di kabupaten Situbondo masih cukup tinggi.
Namun demikian, tutur mantan Camat Kendit itu, jika dibandingkan dengan angka semester pertama
tahun 2023 jumlah kasusnya terbilang menurun.
“Ya benar memasuki semester pertama tahun 2024, angka kasus kekerasan perempuan dan
anak menurun,” terang Imam, Selasa (11/6).
Berdasarkan data yang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo pada semester pertama tahun
2023 atau data bulan Juni 2023 jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Situbondo
sebanyak 38 kasus.
“Memasuki akhir semester pertama tahun 2024 atau hingga Selasa (11/6) ada 28 kasus. Ini
berarti dengan perbandingan semester pertama tahun 2023 lalu, pada tahun 2024 jumlah kasus
kekerasan perempuan dan anak menurun sebanyak 10 kasus,” ungkap Imam.
Selain itu, Imam kembali memaparkan pada 28 kasus tersebut, jumlah korban anak laki-laki
sebanyak 6 kasus, korban anak perempuan 7 kasus serta korban dewasa atau perempuan sebanyak 15
kasus. Meski angkanya turun, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih harus terus
ditekan dan menjadi atensi bersama.
“Sebagai upaya untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, DP3AP2KB
Kabupaten Situbondo terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat Kota Santri
Pancasila Situbondo,” tukas mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo itu.
Agar angka ini kedepan bisa terus ditekan, paparnya, pihaknya terus melakukan kerjasama
dengan beberapa instansi dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Salah satu program yang juga dibidik
DP3AP2KB yaitu Generasi Muda Berencana (Genre). “Ya kami mengundang semua guru Bimbingan
Konseling (BK) untuk menyampaikan ke anak didiknya terkait bahaya dan larangan bullying,” ungkap
Imam Darmaji.
Selain program Genre, kata Imam Darmaji, DP3AP2KB Kabupaten Situbondo juga memiliki
forum anak yang terdiri dari pelajar terpilih untuk menyuarakan isu bahaya dan larangan bullying kepada
teman sebaya, terutama terhadap anak dilingkungan sekolah.
“Kedepannya kami akan berkerjasama dengan ormas di Kabupaten Situbondo untuk ikut serta
dalam mensosialisasikan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terutama untuk
ormas sosial dan keagamaan,” ujar Imam.
Imam melanjutkan, jika persoalan ini ditangani sendiri, tidak mungkin cepat selesai. Oleh karena
itu butuh kerjasama semua pihak, OPD, APH dan Ormas untuk bersama-sama memerangi kekerasan
terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Situbondo. “Solusi yang tepat harus merangkul dan
melibatkan banyak pihak yang saling terkait,” pungkas mantan Staf Ahli Bupati itu. [awi.iib]

Berita Terkait :  Total Anggaran DBHCHT 2024 Sebesar Rp 47 Miliar, Siap Dimanfaatkan untuk Rakyat

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru