29 C
Sidoarjo
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Puncak Kemarau, Cegah Terjadinya Bencana Alam, Bupati Ikfina Minta Desa Miliki Peta Bencana


Kab Mojokerto, Bhirawa
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta setiap desa di wilayahnya untuk memilki peta kerawanan bencana. Tujuan pemetaan in i untuk membantu pencegahan dan penanganan kebencanaan di mana Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu wilayah rawan.

“Terjadinya bencana kita tidak bisa menghindari, yang bisa kita lakukan hanya mitigasi untuk mengurangi terjadinya korban. Untuk itu setiap desa di Bumi Majapahit harus memiliki peta bencana di wilayahnya. Peta bencana ini, diharapkan dapat memitigasi terjadinya bencana alam di wilayahnya masing-masing,” disampaikan Bupati Ikfina ketika menggelar sosialisasi informasi dan pelaporan kejadian bencana dan kebakaran, yang berlangsung di Aula Dewi Sri Garden Resto, pada Senin (1/7) sore

Pelaksanaan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan layanan informasi kebencanaan kepada masyarakat tersebut, juga turut dihadiri Kalaksa BPBD kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida, 50 orang Kepala Desa rawan bencana, camat, dan relawan.

Dan, kegiatan yang diinisiasi oleh BPBD Kabupaten Mojokerto itu, juga diserahkan banner informasi terkait nomor darurat dan alur informasi darurat kebencanaan kepada setiap desa rawan bencana.

Lebih lanjut ditambahkan Ikfina, dirinya berharap, bahwa 50 desa ini nanti punya peta, sebagai data peta rawan bencana milik pemerintah kabupaten. Untuk itu lanjutnya, peta rawan bencana desa ini termasuk bagian mitigasi .

“Termasuk juga nanti pelaporan informasi dan juga pelaporan membutuhkan bantuan baik melalui aplikasi SIMONA, call center 112 dan WA dari BPBD,” ujarnya.

Berita Terkait :  JDIH yang Pertama Gunakan Teknologi AI di Indonesia

Selain itu, pentingnya setiap desa memiliki peta bencana juga untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dimana musim kemarau kedepan sangat berpotensi menimbulkan bencana kebakaran dan kekeringan air.

Sehingga, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto menilai, masyarakat harus mengenal berbagai potensi bencana diwilayahnya dan berupaya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana alam.

“Bencana ini kan sama sekali tidak bisa kita mengelakkan, tetapi yang bisa kita lakukan adalah mitigasi, sehingga resikonya bisa dikurangi dan dampaknya juga bisa kita minimalkan,” bebernya.

“Termasuk harus dipetakan di tempatnya anda itu titik-titik yang mudah terbakar, istilahnya bisa diperhitungkan dan dipetakan titik-titik mana yang kira-kira kalau terjadi percikan api yang akan bisa membesar dengan cepat apinya,” imbuhnya.

Sekali lagi saya berpesan agar banner informasi dan pelaporan terjadinya bencana dapat disebar diberbagai tempat yang mudah dilihat masyarakat.

“Kalau perlu nanti disimulasikan pada kegiatan dan ditanyakan, setidak-tidaknya tokoh-tokoh masyarakat, ketua RT dan tokoh-tokoh dilingkup kecil di desa anda paham alur dari pelaporan sistem informasi dan pelaporan terkait dengan bencana tersebut,” pintanya.

Kalaksa BPBD kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida mengharapkan, diadakan sosialisasi ini dapat menambah wawasan setiap desa dalam menanggulangi bencana alam.

“Harapan kami, agar masyarakat dengan cepat melapor kejadian bencana maupun kebakaran untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas atau kemampuan demi mengurangi risiko bencana,” jelas Yoi. [min.gat]

Berita Terkait :  One Stop Service, Layanan Publik di MPP Pemkab Nganjuk

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru