23 C
Sidoarjo
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Prodi Kimia Universitas Bojonegoro Kenalkan Bahan Alam dan Pemanfaatannya

Bojonegoro, Bhirawa
Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Gedung H Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, kemarin (1/7). Kuliah praktisi kali ini mengusung tema Bahan Alam dan Pemanfaatannya. Prodi tersebut menghadirkan M. Shohibul Khoir, S.Si., dari PT. Indo Aneka Atsiri sebagai pemateri.

Di hadapan mahasiswa, Shohibul menerangkan, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati terbanyak. Sehingga mempunyai potensi yang besar. Namun baru sebagian bahan alam yang dimanfaatkan. Kementrian Kesehatan RI menglasifikasi bahan alam yang dimanfaatkan sebagai obat – obatan. Yakni jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka.

“Jamu adalah obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan. Sementara obat herbal terstandar adalah sediaan obat bahan dari alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik, serta bahan yang digunakan memiliki standar,” terangnya.

“Sedangkan fitofarmaka adalah obat tradisional dari bahan alami yang pembuatannya terstandarkan dan memenuhi kriteria ilmiah, baik uji praklinik maupun klinik. Ketiga klasifikasi tersebut memiliki label atau logo yang khas,” tambahnya.

Shohibul mencontohkan beberapa tanaman obat-obatan yang dimanfaatkan secara langsung maupun membutuhkan pengolahan lagi. Seperti kunyit, jahe, ginseng, serai, akar manis, kapulaga, daun kelor, dan lainnya.

Tanaman-tanaman itu disebut sebagai tanaman obat karena memiliki metabolit sekunder atau senyawa non esensial yang dihasilkan dari metabolisme tanaman. Selain itu, tanaman obat juga memiliki kandungan senyawa fenolik, senyawa alkaloid, dan senyawa citronelal. “Senyawa citronelal ini banyak ditemukan pada tumbuhan serai. Manfaatnya sebagai antiradang, melancarkan sirkulasi darah, serta sebagai anti nyamuk karena dapat mengganggu kerja syaraf pada nyamuk,” jelasnya.

Berita Terkait :  Jalan Kaki dari IKM ke IKN Perjalanan Menakjubkan Menuju Ibu Kota Baru

Isolasi bahan alam dapat berupa ekstraksi panas maupun ekstraksi dingin. Ekstraksi panas dengan cara destilasi, sokletasi, dan microwave assisted extraction (MAE). Sedangkan ekstraksi dingin dengan cara maserasi, perkolasi, dan ultrasound assisted extraction (UAE).

Identifikasi senyawa metabolit dari bahan alam bisa menggunakan identifikasi kualitatif berupa metode uji tabung dengan pereaksi tetes dan metode lempeng dengan pereaksi semprot. Sementara identifikasi kuantitatif menggunakan metode spektrofometer, HPLC, dan GC-FID.

Shohibul menjelaskan, eksplorasi dan pemanfaatan tanaman obat saat ini semakin penting sejak pandemi Covid-19 merebak pada 2020. “Potensi tanaman obat sangat tinggi manfaat. Lalu harga bahan bakunya murah dan daya jualnya tinggi. Inilah yang membuat value dari tanaman obat semakin meningkat,” tukasnya.

Mahasiswa prodi kimia Unigoro tampak antusias dengan topik kuliah praktisi kali ini. Terlebih, Shohibul juga menunjukkan jenis tanaman obat yang diolah oleh PT. Indo Aneka Atsiri.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru