28 C
Sidoarjo
Tuesday, July 23, 2024
spot_img

Percepat Penurunan Stunting, DP3AP2KB Situbondo Berdayakan Pokmas di Kampung KB


Situbondo, Bhirawa
Jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Situbondo melalui, Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) mengadakan kegiatan percepatan stunting dengan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB, yang dihelat di lantai II Pemkab Situbondo, Kamis (20/6). Ikut hadir diantaranya Kabid Dalduk Danik dan staf jajaran.

Menurut Danik, ada beberapa hal yang membuat sebuah keluarga terkena resiko stunting. Diantaranya, sebut Danik, keluarga yang memiliki anak remaja puteri dan keluarga yang ada calon pengantin. Sisanya, sambung Danik, keluarga yang memiliki ibu hamil dan keluarga yang memiliki baduta. “Ya itu biasanya berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk dan air minum tidak layak,” beber Danik.

Masih kata Danik, ada cara tersendiri untuk mencegah stunting sejak dini. Salah satu dengan cara, aku Danik, dengan mempersiapkan 1000 HPK, menjaga proses kehamilan dan mensukseskan tumbuh kembang anak. Danik juga menyebut ada pendekatan khusus bagi keluarga beresiko stunting yakni dengan menjaga ibu paska persalinan dan tidak menggunakan KB paska persalinan. “Kami juga menjaga masalah gizi dan kesehatan bagi para remaja sehingga terjadinya bisa diantisipasi sejak dini,” ungkap Danik, kemarin.

Wanita yang sebelumnya sempat menjabat PLT Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APPKB Kabupaten Situbondo itu melanjutkan, para remaja agar terhindar dari stunting harus mencegah terkena anemia dan kurang gizi atau sangat kurus. ‘Termasuk terjadinya pernikahan dan hamil dibawah usia 20 tahun sangat berisiko munculnya stunting pada anak anaknya serta dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan ibu dan anak yang bersangkutan,” papar Danik.

Berita Terkait :  Gandeng Kejaksaan, Kawal Proyek Strategis Pemkot Madiun

Danik kembali menerangkan, agar juga terhindar dari stunting seorang ibu yang sedang hamil harus mempersiapkan beberapa hal penting. Yakni, ujar Danik, kehamilan harus dipersiapkan karena merupakan peristiwa yang istimewa; saat mulai kehamilan tidak diketahui karena peristiwa konsepsi (pembuahan) yang juga tidak diketahui. “Untuk itu diperlukan kesiapan mental yang baik, perlu dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar serta dukungan ekonomi dan pelayanan kesehatan yang memadai,” pungkas Danik.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru