21 C
Sidoarjo
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Pemkot Pasuruan Deteksi Dini Resiko Kematian Ibu dan Anak

Melalui Inovasi Layanan Integrasi

Kota Pasuruan, Bhirawa.
Pemkot Pasuruan bersama Unicef Indonesia serta pendampingan dari Geliat Airlangga melaunching inovasi layanan integrasi sistem kesehatan dan sistem pencatatan sipil di Kota Pasuruan. Layanan integrasi tersebut dimulai dengan deteksi dini faktor resiko kematian ibu dan anak melalui sistem informasi kohort ibu dan anak yang terintegrasi serta berbasis continuum of care.

Health Specialist UNICEF Indonesia, Armunanto menyampaikan tersedianya berbagai informasi atau data memungkinkan status kesehatan ibu dan balita dapat dipantau secara komprehensif sepanjang siklus hidupnya. Data kelahiran, kematian dan penyebab kematian penduduk yang tepat waktu adalah komponen penting dalam sistem informasi kesehatan nasional.

“Layanan terintegrasi ini sebuah informasi penting. Dan ini bisa digunakan dalam penilaian status kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan sekaligus evaluasi program kesehatan,” ujar Armunanto saat sosialisasi integrasi layanan akta krmatian dengan kesehatan di salah satu hotel di Kota Pasuruan, Kamis (206).

Pencatatan kelahiran merupakan cara secara sah bagi seorang anak untuk mendapatkan akta kelahiran. Nantinya, bukti identitas itu dapat melindungi anak-anak dari kekerasan, pelecehan dan eksploitasi. “Tentu tanpa akta kelahiran, banyak anak tidak bisa mendapatkan vaksin rutin dan layanan kesehatan lainnya. Sistem imformasi kesehatan nasional dan sistem pencatatan zipil memiliki peran besar dalam deteksi zero dose imunisasi pada anak,” imbuh Armunanto.

Dalam mendukung 100 persen cakupan pencatatan kelahiran, diperlukan inovasi dan keterlibatan seluruh pihak. Seperti melibatkan peran serta masyarakat, civitas akademika, pengambil kebijakan dan pakar. Sehingga, layanan itu menyasar ibu, bayi baru lahir, anak, remaja, lalu diperlukanya penguatan sertifikasi dan registrasi CHW (Community Health Worker) atau kader.

Berita Terkait :  Lukai PM Lain, Rujuk PM ODGJ ke RSUD dr Sayidiman Kabupaten Magetan

“Semuanya dilibatkan dalam hal pengembangan model mekanisme integrasi pengumpulan data serta diperlukan adanya penguatan kapasitas puskesmas dalam tata kelola, perencanaan dan penganggaran untuk memberikan pelayanan kesehatan esensial,” tambah Armunanto.

Pihaknya berharap, ada peningkatan kemampuan tenaga layanan akta kematian di Kota Pasuruan. Termasuk juga penguatan komitmen mengenai percepatan cakupan administrasi kependudukan khususnya pencatatan akta kematian di Kota Pasuruan.

“Makanya, kita harus membangun persepsi dan pemahaman bersama tentang pentingnya CRVS (Civil Registration and Vital Statistics) utamanya terkait pencatatan akta kematian dalam perencanaan dan peningkatan kualitas layanan dasar khususnya bidang kesehatan,” jelas Armunanto.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru