31 C
Sidoarjo
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Optimis Produksi Gabah Capai Target 1,2 Juta Ton


Jaga Stabilitas Pertanian di Musim Kemarau dengan Pompanisasi
Lamongan, bhirawa
Produksi gabah Kabupaten Lamongan tahun 2024 ditargetkan mencapai 1,2 Juta ton pertahun. Target itu diungkap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berdasarkan data musim tanam pertama, produktifitas gabah Lamongan telah mencapai 600 ribu ton. Dengan menjaga pasokan air dengan program pompnisasi yang bekerja sama denga TNI AD dan IPB Bogor.

“Kita di tengah musim ini menjaga jangan sampai target di Lamongan ini turun, atau tidak tercapai karena diharapkan Lomongan ini termasuk lumbung pangan yang bisa mensuplai mendistribusikan ke beberapa daerah. Target kita 1,2 juta ton, sampai hari ini InsyaAllah tercapai karena melihat kondisi di musim tanam pertama ini sudah mencapai 600 ribu ton lebih kita optimis,” ucap Bupati yang akrab disapa Pak Yes, Minggu (7/7).

Upaya yang digencarkan untuk ketahanan pangan tersebut yakni pompanisasi. Program kolaborasi antara Kementrian Pertanian RI dengan Pemerintah Daerah dan TNI Angkatan Darat (AD). Pompanisasi dinilai paling efektif untuk pengairan sawah di musim kemarau. Sehingga lahan yang awalnya kering dapat terisi air untuk dilakukan masa tanam.

Optimisme Buapti Lamongan atas kerja sama dengan TNI AD dan perguruan tinggi ini disampaiakn saat bersama Danseskoad Mayor Jendral (Mayjen) TNI Agus Prangarso , meninjau Pengabdian Masyarakat KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Studi Wilayah Pertahanan (Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXIV Seskoad Tahun 2024, selama empat hari terhitung sejak tanggal 1 hingga 4 Juli 2024.

Berita Terkait :  Belasan Lembaga Peminjaman Aset Daerah Dievaluasi BPPKAD Sampang

Danseskoad Mayor Jendral (Mayjen) TNI Agus Prangarso mengatakan, untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah Lamongan, TNI AD melakukan penelitian melaui KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Studi Wilayah Pertahanan (Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXIV Seskoad Tahun 2024, selama empat hari terhitung sejak tanggal 1 hingga 4 Juli 2024.

“Kita bukan mau mencari kesalahan, justru kami untuk membantu Pemerintah Daerah mensukseskan ketahanan pangan. Mungkin nanti di lapangan perlu di maksimalkan dikaji, siswa Seskoad mencari kesimpulan awal sebelum dilakukan seminar nanti, kita akan masukan lagi ke TNI Aangkatan Darat dan Menteri Ketahanan Pangan apa yang dilaksanakan disini itu bagimana,” ucap Mayhen Agus .

Diungkapkan, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli, 14 Seskoad yang menjalankan KKL di Lamongan diharapkan dapat menangkap permasalahan yang dialami petani secara real. Sehingga temuannya dapat dijadikan bahan evaluasi agar program tersebut dapat berkelanjutan.

Sementara itu, usai mendampingi Mayjen TNI Agus Prangarso di Desa Trepan, Pak Yes meninjau pompanisasi di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan. Kunjungan tersebut untuk menyiapkan uji coba pompanisasi ke wilayah Sluis Keyongan yang mencakup beberapa desa di wilayah Babat.

“Sluis Keyongan itukan daerah irigasi sendiri, bakunya sekitar 6,96 ha tapi dia tidak punya tampungan air, punyanya DAM saja, DAM kalau sudah kemarau tidak ada suplai hujan tidak ada air. Nah ini kita berusaha ambil air dari sini dialirkan ke Timur, nanti kalau lancar tahun depan kita maksimalkan. Pompanya disiapkan oleh teman-teman Kades jalurnya kita yang mengawal,” pungkas Kepala Dinas PU. Sumber Daya Air Kab Lamongan Gunadi.

Berita Terkait :  Pertemukan Investor, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Selain itu, Pemkab Lamongan juga terus mengupayakan stabilitas potensi pertanian pada musim kemarau dan dampak El Nino. Salah satunya dengan program pompanisasi.

Pompanisasi menjadi salah satu bagian dari program percepatan tanam. Hingga saat ini di Kabupaten Lamongan sudah terpasang 67 unit pompa, dengan rincian 57 unit pompa air 4 ich dan 10 unit pompa air 6 ich.

“Tantangan musim kemarau yang sudah berlangsung sejak pertengahan April, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan melakukan ragam upaya. Salah satunya dengan pengoptimalan program pompanisasi di wilayah yang terdapat sumber air,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Mohammad Wahyudi.

Selain musim kemarau, kondisi El Nino juga sangat mempengaruhi pertanian di Kabupaten Lamongan. Sehingga ada kemunduran jadwal tanam padi pertama di tahun 2024.

“Dampak El Nino masih dirasakan oleh petani, salah satu yang nampak adalah mundurnya jadwal tanam. Biasanya bulan Oktober sudah bisa tanam, saat ini Januari baru bisa tanam. Dan saat ini juga ada tantangan untuk tetap mempertahankan bidang pertanian saat kemarau,” terang Wahyudi.

Tidak hanya itu, untuk mempertahankan potensi pertanian juga dilakukan dengan cara menanam varietas padi umur pendek/genjah (antara 70-90 hari) di wilayah yang ketersediaan air menipis atau tadah hujan. Adapun pemakaian varietas padi yang tahan cekaman air atau kondisi kering.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Tuntaskan Penyusunan Dua Perwali Perlindungan Anak

“Menghadapi dampak El Nino dan kemarau, tentu banyak sekali upaya yang kita lakukan. Langkah cerdas untuk mempertahankan lumbung pangan di Kabupaten Lamongan,” jelas Wahyudi.

Dipaparkan oleh Wahyudi, Kabupaten Lamongan juga mengadakan Sekolah Lapang iklim guna meningkatkan kapasitas petani dalam memahami kondisi iklim, ketersediaan air, dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Dalam hal menunjang kesejahteraan petani, pemerintah memberikan kepesertaan Asuransi Tanaman Padi. Jaminan tersebut dapat digunakan saat terjangkit kekeringan atau serangan hama. Sehingga bisa mendapatkan klaim dari asuransi tersebut.

Upaya yang diikhtiarkan, diharapkan mampu menembus angka produksi sekitar 1,2 juta Ton gabah kering giling (sama seperti hasil produksi tahun 2023).

Tercatat, hingga bulan Juni 2024, telah berhasil menanam padi seluas 146.900 Ha dengan luas panen 88.800 Ha. Artinya masih ada tanaman standing crop seluas 58.100 ha yang harus dirawat hingga panen.

Monitoring dan evaluasi antisipasi kekeringan terus digencarkan. Berupa penyaluran bantuan gerakan pangan murah dan bantuan pangan pada wilayah yang terdampak El Nino dan kondisi kekeringan di lahan pertanian. [aha.yit.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru