25 C
Sidoarjo
Friday, July 19, 2024
spot_img

Manfaatkan Media Sosial, Kenalkan Bank Sampah Induk Surabaya

Mahasiswa Untag Surabaya Hildan Yuqdha Raafatani memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan keberadaan Bank Sampah Induk Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bekerjasama dengan Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) memberi kesempatan magang kepada mahasiswa. Sebanyak empat mahasiswa Untag Surabaya berkesempatan mengikuti magang dimulai pada tanggal 5 Maret 2024.

Selama magang, mahasiswa diberi tugas utama yaitu mempromosikan atau mengenalkan kepada masyarakat tentang Bank Sampah Induk Surabaya melalui sosial media. Sosial media yang digunakan untuk melakukan promosi adalah instagram, tiktok serta Whatsapp.

Satu satu mahasiswa mahasiswa Untag Surabaya yang mengikuti magang di Bank Sampah Hildan Yuqdha Raafatani mengungkapkan selama magang mendapatkan tugas membuat konten konten menarik, membuat postingan postingan yang memperkenalkan tentang Bank Sampah Induk Surabaya atau sebuah postingan yang berbentuk informasi untuk masyarakat.

“Selain itu mahasiswa magang Untag juga membuat konten video video yang informatif, menghibur serta mengikuti trend yang ada saat ini,” jelas Hildan.
Menurut Hildan, Bank Sampah Induk Surabaya memiliki beberapa program yang ada dan perlu dipromosikan, antara lain program kunjungan ke BSU – BSU (Bank Sampah Unit), lalu ada salah satu program dari Bank Sampah Induk Surabaya adalah program spesial di bulan Ramadan, yaitu Ramadan Bebas Jelantah.

Lebih lanjut menurut Hildan, program tersebut merupakan salah satu program terbaru Bank Sampah Induk Surabaya guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyetoran minyak jelantah selama bulan ramadan. Harga minyak jelantah dibeli dengan lebih tinggi dari harga Rp. 6.500/kg pada bulan biasa menjadi Rp. 8.500/kg saat Ramadan.

Berita Terkait :  Noveldi Tambah Emas AUG untuk Indonesia

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengurangi kegiatan membuang limbah jelantah sembarangan yang jelas mencemari kelestarian lingkungan,” tegas Hildan.
Selain itu, lanjut Hildan, dirinya juga memiliki tugas untuk membuat beberapa media promosi untuk program ini, seperti Poster Utama, postingan Instagram, story instagram hingga video promosi. Tentunya kegiatan promosi ini dilakukan dengan teman teman sesama magang. Diawal proses promosi, Hildan dan teman teman magang yang lain membuat content planning. Setelah itu barulah memulai proses pembuatan konten konten promosi.

“Program magang di BSIS ini sangat membantu perkembangan kemampuan saya dalam berkomunikasi dengan orang banyak, menghandle sosial media dan juga bagaimana rasanya terjun ke dunia kerja” kata Hildan lagi. Dengan memanfaatkan sosial media, BSIS bisa semakin dikenal oleh masyarakat, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak terlalu peduli dengan sampah, dengan gencarnya promosi BSIS kepada masyarakat, akhirnya masyarakat sedikit demi sedikit sadar tentang bagaimana sikap kita terhadap sampah dan lingkungang sekitar.

Salah satu pegawai Bank Sampah Induk Surabaya yang menjabat sebagai Manajer Pemasaran, Hasna mengatakan jika BSIS lebih dikenal masyarakat karena keaktifannya di sosial media.

“Sebenarnya dengan adanya teman teman dari kampus Untag ini sangat membantu ya, apalagi kalau sudah urusan sosial media, followers instagram sama tiktok nya juga nambah karena sering upload konten,” jelas Hasna. Ketika mengikuti kegiatan magang mahasiswa mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari dosen pembimbing Herlina Kusumaningrum, S.Sos., MA. (why.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru