25 C
Sidoarjo
Friday, July 19, 2024
spot_img

Kali Pertama di Jatim, Tidak Kalah Dengan Yang Di Bali

Melihat Dari Dekat Spa Net UPT RSBN Malang

Rachmat CBS, Harian Bhirawa

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) kini memiliki Spa Net, singkatan dari Spa dan Massage Netra. Seperti apakah Spa Net yang baru diresmikan oleh Kepala Dinsos Jatim ini?.

Spa Net ini merupakan salah satu workshop yang menyediakan jasa pijat dan spa dengan masseur atau penyehat tradisional dari para tuna netra. Spa dan Massage yang baru pertama kali ada di Jawa Timur ini terdapat 5 penyehat tradisional serta satu orang asisten.

Tarif Spa Net yang ditawarkan juga sesuai dengan kantong, dengan tarif Rp. 100.000 untuk “Massage Treatment’, selama 60 menit, Rp. 60.000 untuk “Body Scrub Treatment’ serta Rp. 150.000 untuk Spa Treatment. Dan buka setiap harinya, mulai jam 8.00 – 20.00 Wib. Pembayaran bisa menggunakan uang tunai maupun QRIS.

Fasilitasnya juga tak kalah dengan spa pada umumnya, mulai kamar yang bersih, beragam aroma terapi, perendam kaki, hingga kamar mandi dengan fasilitas air hangat, dan tak ketinggalan alunan musik yang menenangkan, serta ada indeks kepuasan masyarakat.

Saat melihat ke dalam Spa Net, Kepala Dinsos Jatim Novi Restu Widiani memberikan pujian. “Spa Net ini tidak kalah dengan yang ada di Bali. Apalagi ini Spa Net yang ada satu satunya di Jawa Timur,” katanya yang mengunjungi satu persatu fasilitas yang ada di Spa Net.

Berita Terkait :  Serempak Berkurban, Seller MS GLOW Beauty Sembelih 14 Ekor Sapi Limosin

Ia mengatakan, workshop seperti Spa Net ini sebagai salah satu sarana tindak lanjut dari masing-masing UPT. Selain memanfaatkan ketrampilan para tuna netra, Spa-Net ini juga menyediakan produk-produk penunjang untuk kegiatan spa maupun massage, yang merupakan hasil dari para disabilitas lainnya,” ujarnya.

Bahkan Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafagih yang turut mengunjungi Spa Net ini menambahkan, Spa-Net ini menjadi inspirasi penting bagi semua orang bahwa dari keterbatasan dapat muncul potensi luar biasa.

“Harapannya besar dukungan masyarakat untuk meramaikan Spa-Net yang terbuka untuk umum ini agar dapat meningkatkan kesejahteraan para tenaga kerjanya,” ujarnya.

Salah satu penyehat tradisional Evi, mengungkapkan dirinya melamar kerja di workshop massage yang sudah ada di UPT ini setelah mengikuti pelatihan selama 2 tahun.

“Saya di sini sejak tahun 2021, belum setahun bekerja di workshop massage, ternyata Spa-Net ini resmi dibuka, sehingga berbekal tambahan pelatihan, saya bisa bekerja di Spa-Net juga,” ujar Evi

Wanita kelahiran Papua ini mengaku mendapat tantangan dengan adanya workshop baru ini. Ia berharap dapat bekerja sebaik mungkin dan berharap pula akan banyak workshop lainnya yang dibuka di RSBN ini.

Hal senada juga disampaikan penyehat tradisional lainnya, Arif Hidayatullah yang mengakui sudah memiliki pelanggan pejabat dilingkungan Pemprov Jatim. Ia menjalani pelatihan di UPT RSBN Malang selama dua tahun. Hingga akhirnya bekerja dan melatih kemandirian hidup di Spa Net.

Berita Terkait :  Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Manyar Turun Langsung Ikut Tanam Padi

Niat untuk belajar di UPT RSBN Malang ini, didasari sewaktu sekolah di Sekolah Luar Biasa ada seseorang yang menawarkan agar bisa melanjutkan pendidikan ketrampilan ke UPT RSBN. “Lulus dari UPT ini, akhirnya memiliki sesuatu yang diandalkan apalagi ditunjang pengalaman di Spa Net,” ujar Arif yang juga memiliki pengalaman di Gadisku (Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT).

Lebih lanjut, Kepala UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan mengatakan, peresmian Spa-Net ini adalah upaya meningkatkan value atau nilai dari teman-teman disabilitas netra atau ‘distra”. Dimana sebagai nilai jual bagi mereka, dan yang kedua untuk meningkatkan daya saing.

“Sehingga dapat menjadi bekal bertahan di dunia penyehat tradisional. Sementara yang ketiga menjadi tempat bagi teman-teman distra untuk mengembangkan potensinya agar dapat juga berkiprah di wilayah kota atau kabupaten lain,” terangnya.

Firdaus juga menyampaikan, tenaga kerja di sini juga diberi perlindungan kesehatan lewat BPJS serta harus punya rekening bank. “Penting bagi mereka untuk menabung sebagai bekal menjadi seorang entrepreneur,” pungkasnya. [rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru