25 C
Sidoarjo
Sunday, July 14, 2024
spot_img

IPM 2023 Kota Madiun Capai 83,71, Meningkat 1,78 Poin dari 2020

Indek Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Tampak dalam label data diatas, untuk 2023 lalu IPM Kota Madiun mencapai 83,71.
Kota Madiun, Bhirawa.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Maidi, IPM Kota Pendekar setidaknya terus mengalami peningkatan. Bahkan, dari 2020 lalu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun sudah mengalami peningkatan 1,78 poin hingga 2023 kemarin.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Tak heran, pemerintah daerah berlomba meningkatkan IPM daerahnya dari tahun ke tahun. Hal itu juga terlihat di Kota Madiun.

”Jika kita lihat, IPM Kota Madiun cukup menunjukkan tren positif ya dari tahun ke tahun. Setidaknya selalu ada peningkatan,” kata Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, Selasa (9/1).

Pihaknya memang rutin merilis IPM setiap tahunnya. Nah, untuk 2023 lalu IPM Kota Madiun mencapai 83,71. Sementara di 2020, IPM Kota Madiun di angka 81,93. Capaian tersebut tentu tak terlepas dari peningkatan nilai dari indikator didalamnya.

Seperti diketahui, penghitungan IPM setidaknya meliputi komponen hal utama. Yakni, komponen umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan komponen standar hidup layak.

Abdul menjelaskan komponen umur panjang dan hidup sehat memiliki indikator umur harapan hidup (UHH) saat lahir. Di Kota Madiun, lanjutnya, juga mengalami peningkatan UHH dari tahun ke tahun.

Pada 2023 lalu, UHH Kota Madiun sebesar 75,40 tahun. Artinya, setiap bayi yang lahir di Kota Madiun memiliki harapan hidup sampai berusia 75 tahun lebih. Sementara, UHH di 2020 lalu sebesar 74,82 tahun.

”Tentu saja itu tidak terlepas dari program dan kebijakan pemerintah dimulai dari sebelum kehamilan hingga lanjut usia. Dan Wali Kota Madiun, cukup memberikan perhatian akan hal itu. Makanya UHH di Kota Madiun juga terus naik,” jelasnya.

Sementara dari komponen pengetahuan setidaknya terdapat dua indikator. Yakni, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). HLS di Kota Madiun 2023 lalu mencapai 14,44 tahun.

Artinya, anak-anak kita memiliki harapan menuntut ilmu hingga di bangku perkuliahan. Sedang, untuk RLS di angka 11,82 tahun. Lagi-lagi, itu juga tak terlepas dari perhatian Pemerintah Kota Madiun akan dunia pendidikan.

Seperti diketahui, Pemkot Madiun di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Maidi memberikan bantuan laptop, seragam dan ongkos jahit, akses internet gratis, hingga bantuan beasiswa mahasiswa. Tak heran, semangat pendidikan warga Kota Madiun juga tinggi.

”Terakhir, IPM juga dihitung dari komponen standar hidup layak dengan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebagai indikatornya. Pengeluaran perkapita masyarakat Kota Madiun sebesar Rp 17.115 pada 2023 lalu. Ini juga meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16.503. Artinya, daya beli masyarakat juga semakin meningkat,” pungkasnya. [dar.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru