28 C
Sidoarjo
Tuesday, July 23, 2024
spot_img

Dosen UIM Gandeng Fatayat NU Ajarkan Batik Ecoprint dan Olahan Cabe Jamu


Pamekasan, Bhirawa
Dosen Program Studi (Prodi) berbeda Universitas Islam Madura (UIM) tengah menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat Desa Pamoroh Kecamatan Kadur kabupaten Pamekasan.

Tiga srikandi melaksanakan tugas Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Kustiawati Ningsih SP MP (Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian), Halimatus Sakdiyah SE MSi (Prodi Akuntansi) dan Mediyana SPd MPd (Prodi PG PAUD Fakultas Pendidikan) di Universitas Islam Madura.

Kustiawati Ningsih, dosen prodi Agribisnis Fakultas Pertanian UIM mengatakan, sebagai wujud dan tanggung jawabnya sebagai dosen dalam mewujudkan cita – cita bangsa, bersama dua rekan dosen menggandeng Fatayat NU di Desa Pamoroh

Dalam kegiatan sudah berlangsung selama dua bulan, pembinaan dengan pengembangan kelompok kewirausahaan ibu-ibu, dengan cara memberikan keterampilan khusus pembuatan batik ecoprint dengan teknik pounding dan fermentasi daun serta diversifikasi olahan cabe jamu. Atas landasan tersebut, pihaknya memandang perlu untuk melakukan pengabdian berupa pelatihan dan praktik keterampilan.

Di Desa Pamoroh, kata Ningsih memiliki potensi cabe jamu yang cukup bagus. Diterangkan, untuk cabe jamu yang dijual mentahan atau basah, memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan yang sudah dikeringkan.

“Misalnya hanya dijual mentah ada resiko juga, resiko cepat membusuk, namanya juga produk pertanian yang kalau disimpan dalam waktu lama tanpa pengolahan, maka akan cepat busuk yang nama sifatnya perishable,” tuturnya.

Dosen Ningsih menyebut, batik ecoprint dan olahan cabe jamu nanti akan diperkenalkan saat ada event tertentu baik tingkat lokal Pamekasan, regional Jawa Timur hingga nasional.

Berita Terkait :  Dispenaker Kota Probolinggo Gelar Lomba Cipta Desain Batik

Ia menambahkan, pengabdian kepada masyarakat Desa Pamoroh dengan menggandeng ibu Fatayat NU akan dilaksanakan selama 6 hingga 8 bulan. Dalam jangka panjangnya maka akan terus melakukan pendampingan, selain pembuatan produk, pengemasan, metode pemasaran dan pengurusan perizinan.

“Kita bantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) nya, syukur-syukur nanti bisa punya Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) nanti kita dampingi terus, sehingga produk yang dihasilkan itu bisa menjadi sumber pendapatan tetap, sebab kegiatan yang sering dilaksanakan ibu Fatayat NU ini, hanya pengajian saja, belum ada kegiatan produktif,” kata Ningsih. [din.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru