24 C
Sidoarjo
Saturday, July 13, 2024
spot_img

Dinsos Jatim Lansia Terbantu, Program Terus Disosialisasikan

Monev Penyaluran Bansos PKH Plus

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melalui Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) melaksanakan proses monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Plus tahap I tahun 2024 di Kabupaten Pacitan.

Monev ini terfokus di Desa Tegalombo, Kecamatan Tegalombo yang tidak hanya dilakukan Bidang Linjamsos Dinsos Jatim, tetapi juga Bidang Linjamsos Dinsos Kabupaten Pacitan, Pendamping PKH Plus Kecamatan Tegalombo dan Koordinator PKH Plus Kabupaten Pacitan.

Pemutakhiran data tahap I tahun 2024 mencatat, terdapat 2.160 lansia di Kabupaten Pacitan. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran bansos PKH Plus tahap I tahun 2024 tersalur sebanyak 2.126 lansia, sementara 34 lansia tidak tersalur. Data menunjukkan bahwa 33 dari lansia yang tidak tersalurkan tersebut telah meninggal dunia dan satu lansia merupakan lansia tunggal.

Monitoring dilakukan dengan melibatkan lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari lima PM, empat orang dalam kondisi sehat meskipun terkadang masih memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan satu orang mengalami penurunan kondisi fisik dan selalu dibantu dalam beraktivitas. Jarak pengambilan bantuan dari domisili PM dikategorikan dekat, yaitu kurang dari lima kilometer.

Dalam proses pengambilan bantuan, empat dari lima responden menyatakan mampu hadir dan mengambil sendiri bantuannya. Sementara, satu orang diwakili oleh anaknya.

Namun, terdapat tantangan dalam pemanfaatan jaminan kesehatan BPJS saat sakit. Empat lansia menyatakan tidak pernah menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, karena lebih memilih jasa bidan maupun mantri, meskipun harus mengeluarkan biaya. Hanya satu lansia yang menyatakan bahwa kadang-kadang ia menggunakan BPJS Kesehatan.

Berita Terkait :  Calon Kepala Daerah Harus Berpijak pada RPJP Jawa Timur 2025-2045, Ini Alasannya

Penggunaan dana bansos oleh para lansia rata-rata digunakan untuk tambahan keperluan kesehatan seperti berobat, membeli jajanan, bumbu dapur, dan diaper bagi lansia yang kondisinya sakit.

Dalam arahannya, Kepala Bidang Linjamsos Dinsos Jatim Hazizah SH MH meminta Dinsos Kabupaten Pacitan dan Koordinator Kabupaten Pacitan untuk terus memantau kevalidan data KPM lansia serta pemanfaatannya. Pendamping PKH Plus juga dihimbau untuk mensosialisasikan penggunaan kartu BPJS Kesehatan agar lebih ekonomis dan mengurangi biaya berobat dibandingkan harus ke mantri.

“Saya harap Dinsos Kabupaten Pacitan juga melakukan koordinasi dengan Bank Jatim terkait penyaluran bansos PKH Plus. Selain itu, pendamping juga saya harapkan mampu melakukan edukasi dan sosialisasi hingga tingkat desa terkait dengan program PKH Plus, serta melakukan edukasi terhadap pemanfaatan bansos lansia PKH Plus,” imbuhnya.

Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak yang terlibat, Dinsos Jatim berharap program PKH Plus di Kabupaten Pacitan dapat terus meningkatkan kesejahteraan para lansia dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat. [rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru