28 C
Sidoarjo
Tuesday, July 23, 2024
spot_img

Coklit Kabupaten Pasuruan Capai 85 %, Petugas Pantarlih Rela Naik Turun Gunung

Kab Pasuruan, Bhirawa.
Proses pencocokan dan penelitian (coklit) terus dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) dari KPU Kabupaten Pasuruan. Hingga, Senin (8/7), coklit di wilayah Kabupaten Pasuruan sudah mencapai lebih dari 85,58 % untuk data masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Komisioner KPU Kabupaten Pasuruan pada Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Fatimatus Zahro menyampaikan saat ini proses coklit masih berlangsung. Tidak ada kendala dalam pelaksanaan coklit. Selain bekerjasama dengan PPK dan PPS hingga steakholder di wilayah masing-masing, petugas pantarlih juga menjemput bola di area pegunungan.

Ini dilakukan agar, Pilkada Kabupaten Pasuruan 2024 yang akan dilaksanakan 27 November mendatang bisa berjalan sukses. “Coklit saat ini sudah mencapai 85,58 % data masyarakat Kabupaten Pasuruan. Dilapangan petugas melaksanakannya dengan sistem jemput bola, sehingga tidak ada kendala,” ujar Fatimatus Zahro, Senin (8/7).

Menurutnya, petugas pantarlih akan terus melakukan coklit hingga 24 Juli mendatang. Ditargetkan, coklit selesai sebelum deadline akhir. “Dari capaian saat ini, kami percaya bahwa coklit akan selesai sebelum tanggal 24 Juli 2024,” jelas Fatimatus Zahro.

Petugas PPK dari Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kodir menyatakan bahwa petugas pantarlih di lapangan dalam melakukan coklit saling bergotong royong untuk mengumpulkan data dalam pelaksanaan pilkada 2024.

Bahkan, demi datanya tepat sasaran, ia bersama petugas pantarlih mendatangi masyarakat hingga naik turun gunung ke wilayah perkebunan. Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar masyarakatnya saat pagi sampai siang hari berkebun di ladangnya.

Berita Terkait :  Gus Fawait Dorong Peningkatan PAD Jember Melalui Pariwisata Pendidikan

“Masyarakat Tutur, pekerjaan utamanya adalah bertani. Jadi, saat mendatangi rumahnya tidak ada. Sehingga, kita jemput bola bersama stakeholder mendatangi langsung satu per satu masyarakat saat bekerja di lokasi ladangnya. Ini semua dilakukan agar datanya lebih akurat,” kata Kodir di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur.

Salah satu petugas pantarlih, Novi Rahma Putri menambahkan dalam menginput data e-coklit yang didapatkan, dirinya harus rela turun ke desa lain agar jaringan didapatkan dan bisa melakukan entri data. Hal tersebut dilakukan berulang kali untuk memastikan data yang dientri masuk ke sistem. “Yang menjadi kendala adalah soal signal yang sangat sulit didapat,” kata Novi Rahma Putri.

Sementara itu, salah satu warga yang bernama Wahyu, merasa takjub terhadap kinerja petugas pantarlih. Menurutnya, ia akan menggunakan hak pilihnya dalam gelaran Pilkada 2024 mendatang. “Hingga saat ini, saya tidak tahu siapa yang akan maju di Pilkada 2024 nanti. Tapi, karena saya diperhatikan, pastinya saya akan menggunakan hak pilih pada 27 Novermber 2024,” tutur Wahyu. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru