25 C
Sidoarjo
Friday, July 19, 2024
spot_img

BPBD Jatim Bersama Masyarakat Coba Jalur Evakuasi Pantai Konang Trenggalek

Simulasi evaluasi mandiri menyusuri jalur evakuasi Pantai Konang Trenggalek, Rabu (26/6).

Trenggalek, Bhirawa.
Kawasan Pantai Selatan Jatim rawan akan potensi gempa bumi dan tsunami, sesuai prediksi BMKG. Guna mengantisipasi hal itu, melalui kegiatan festival Kesiapsiagaan Gempa Bumi dan Tsunami (Gempi) yang diselenggarakan kolaboratif BPBD Kabupaten Trenggalek, stakeholder setempat dan BPBD Jatim di Kawasan Pantai Konang, Trenggalek, Rabu (26/6).

Dalam menyemarakkan festival ini, berbagai kegiatan turut mendukung kegiatan ini. Diantaranya, apel kesiapsiagaan yang dilanjut dengan simulasi evakuasi mandiri dengan menyusuri jalur evakuasi menuju zona aman tsunami.

Simulasi yang ditandai dengan penekanan tombol sirene EWS ini dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Trenggalek, dr Saeroni. Turut mendampingi, Kalaksa BPBD Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono; Kalaksa BPBD Jatim yang diwakili Analis Bencana Dadang Iqwandy; perwakilan Forkopimda setempat, BMKG Nganjuk dan sejumlah unsur penthahelix.

Simulasi susur jalur evakuasi ini juga diikuti ratusan warga setempat, mulai dari kalangan ibu-ibu, anak-anak, kelompok pemuda hingga perangkat desa di wilayah Panggul dan Wonocoyo. Dengan berjalan kaki dan sesekali melakukan lari-lari kecil, lebih dari 200 warga mencoba jalur evakuasi dengan jarak sekitar 2 kilometer.

“Simulasi yang kita lakukan ini tadi sesuai dengan teori 20:20:20. Yaitu, 20 detik gempa, 20 menit waktu evakuasi, dan menuju zona aman di atas 20 meter dari ketinggian pantai,” kata Kalaksa BPBD Trenggalek, Triadi Atmono.

Berita Terkait :  Cegah Narkoba, BNNP Jatim Perkuat Ketahanan Keluarga hingga Desa

Asisten I Pemkab Trenggalek Saeroni pun mengapresiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat dan stakeholder kebencanaan ini. Baginya, kegiatan ini sangat bagus karena mampu mengedukasi masyarakat secara langsung dengan susur evakuasi, mulai titik sirene hingga zona aman.

Sementara itu, Analis Bencana BPBD Jatim Dadang Iqwandy juga mengapresiasi kegiatan ini,m. Menurutnya kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dari segenap unsur penthahelix. Dengan pelibatan semua unsur, termasuk masyarakat, akan terbangun kesadaran akan kesiapsiagaan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.

“Kami berharap, daerah lain yang berada di garis pantai selatan bisa melakukan sosialisasi dan simulasi seperti ini, agar mampu mengurangi risiko bencana,” harapnya.

Sementara, selain simulasi evakuasi tsunami, festival Gempi kali ini juga ditandai dengan ragam kegiatan lain, seperti, edukasi bencana kepada kelompok usia dini, penyerahan bantuan 200 bibit Pohon Cemara Udang dari BPBD Jatim sekaligus penanaman sebagiannya di pinggiran Pantai Konang. Dan sosialisasi penanggulangan bencana, pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), dan bersih-bersih pantai. (bed,wek.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru