23 C
Sidoarjo
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Bisa 4-5 Kali Sehari Kunjungi Warganya

Ikfina Fahmawaty
Berperawakan sedang, semampai tingginya, gesit dan energik, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati ternyata bisa 4 sampai 5 kali mengunjungi warganya dalam sehari.

Perempuan yang menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto mulai tanggal 26 Februari 2021 lalu itu terkenal cekatan dalam merespon informasi yang berkenaan dengan masalah sosial, kesejahteraan dan kesehatan yang dihadapi warganya.

Ikfina yang berlatar pendidikan dokter psikologi anak ini hampir setiap hari selalu turun lapangan untuk melihat dari dekat sekaligus mencarikan solusinya agar permasalahan warga ini bisa teratasi dengan segera.

Kebiasaan turun lapangan menyapa masyarakat mensosialisaikan programnya, selanjutnya membantu kebutuhannya, ternyata terbawa hingga hari ini, menjelang Pilkada serentak tanggal 27 November 2024 mendatang.

Bupati Ikfina setiap hari sedikitnya 4 sampai 5 kegiatan turun kelapangan, mulai pagi, siang, sore hingga malam untuk menyampaikan program yang telah dirancang, dilaksanakan kepada masyarakat. Diantaranya yang dilakukan pada hari selasa 9 Juli 2024.

Tercatat ada 4 kegiatan yang dilaksanakan di desa dan kecamatan berbeda,pada hari Selasa (9/7)lalu, Bupati yang lahir di Ponorogo tanggal 11 Januari 1978 ini telah melaksanakan sosialisasi Program Gagah Bencana pada TP PKK di Pendopo Kecamatan Ngoro.

Selanjutnya pada siangnya menggelar program Gema Sahaja di empat desa pada empat kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Mojosari, Kecamatan Pungging, Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Kutorejo.

Kegiatan masih berlanjut menggelar program SEHATI dan Sejoli dan pada sore menjelang petang menggelar sosialisasi pengembangan UMKM di Pendopo Kecamatan Mojosari.

Berita Terkait :  Ajak Masyarakat Rutin Bersihkan Tempat Air

Dalam salah satu kegiatan ini yakni program SEHATI dan Sejoli yang digelar di Desa Bangun Kecamatan Pungging Bupati Ikfna antara lain mengatakan, kami ( Pemkab Mojokerto ) berusaha keras untuk mengurangi angka stunting dan juga mendorong para lansia di Kabupaten Mojokerto agar bisa hidup mandiri. Karena kedua masalah ini salah satunya penyebab masalah sosial dan kesejahteraan, peningkatan SDM tidak bisa terealisasi sengan baik. jelasnya

Lebih lanjut ditambahkan Ikfina, kenapa demikian karena stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan balita terhambat sehingga dapat menyebabkan otak tidak berkembang dengan baik. Bayi yang mengalami stunting biasanya memiliki tubuh yang kecil dan kurang berat badan, atau bisa disebut dengan gagal tumbuh. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan berpikir dan belajar anak.

“Karena masa balita di dalam kandungan ini terjadi pertumbuhan otak, dan sampai 5 tahun, sehingga kalau balita kekurangan gizi maka menyebabkan kecerdasan akan menurun,” ucapnya

Terkait dengan lanjut usia (lansia), Ikfina mengimbau untuk seluruh lansia yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk dapat mandiri dan selalu menjaga kesehatannya.

Bagaimana caranya agar lansia mandiri maka cek kesehatan, asam urat, kolesterol, gula darah dan tensi darah dan apabila terdapat masalah kesehatan yang serius pada lansia untuk segera di periksakan ke puskesmas.

“Tekanan darah kalau tinggi maka minum obat, kalau tidak turun juga bisa dikonsultasikan ke puskesmas. Gula darah dan kolesterol tidak boleh lebih dari 200,” tutupnya. [min.gat]

Berita Terkait :  Komitmen Wujudkan 100% Bebas ODF

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru