27 C
Sidoarjo
Friday, July 19, 2024
spot_img

Bawang Merah Varietas Batu Hijau Jadi Produk Unggulan Kabupaten Malang

Hasil panen bawang merah petani di wilayah Kec Ngantang, Kab Malang saat dikeringkan dengan cara digantung agar cepat kering. [cahyono/Bhirawa]
Kab Malang, Bhirawa.
Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur (Jatim) yang memiliki produksi bawang merah yang cukup luas. Seperti di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang mana penduduknya mayoritas sebagai petani, salah satunya petani bawang merah. Hal ini menunjukkan potensi unggulan dari desa tersebut, dan juga menjadi mayoritas produk garapan para petani Desa Mulyorejo.

Sedangkan lahan pertanian dan garapan bawang merah itu sendiri mayoritas di Dusun Maron, Desa Mulyorejo, yang sebagian dari petaninya sendiri tergabung dalam beberapa Kelompok Tani Bawang Merah. “Bawang merah yang diproduksi petani di wilayah Kecamatan Ngantang sebagai unggulan Kabupaten Malang, yang bervarietas Batu Hijau dengan umbi yang cukup besar,” kata Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (10/11), kepada Bhirawa.

Hal ini dikarenakan, lanjut dia, topografi Desa Mulyorejo yang berada di lereng perbukitan, membuat tanaman bawang merah bervarietas Batu Hijau itu menjadi garapan unggulan para petani. Karena daya adaptasi yang cukup tinggi pada lahan perbukitan, dan hasil garapan para petani itu sendiri di distribusikan ke para pengepul hingga Kecamatan Pujon. Selain itu juga ke beberapa daerah di Kota Batu. Serta hasil garapan pertanian tersebut dipasarkan hingga luar daerah, diantaranya Kabupaten Boyolali, Kabupaten Temanggung hingga Kabupaten Wonosobo.

Bupati Malang menjelaskan, jika beberapa tahun lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pernah berkunjung ke desa pengahasil produksi bawang merah di Desa Muyorejo dan mengajak Manajer Pembelian PT Wings Food Indonesia Stefanus Nathanael agar untuk membeli langsung ke petani guna memenuhi kebutuhan perusahaannya yang mencapai 100 ton per hari. Bahkan saat itu, Mentan langsung meminta PT Wings Food Indonesia teken kontrak langsung dengan petani. Karena bawang merah asal Kecamatan Ngantang tersebut memiliki keunggulan sendiri, sehingga Mentan langsung merespon.

Dia mengaku, jika harga bawang merah jatuh dapat mengurangi semangat petani, dan sebaliknya ketika harga bawang merah bagus akan membuat petani menjadi senang. Sedangkan bawang merah yang diproduksi petani Desa Mulyorejo, hal ini juga adanya dukungan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Sehingga dengan keikutsertaan dan dukungan Babinsa dalam program pertanian patut diancungi jempol hingga mencapai produktivitas yang tinggi. “Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus melakukan upaya dalam meningkatkan produksivitas tanaman bawang merah, yang tidak hanya di wilayah Ngantang saja, tapi juga dibeberapa kecamatan di Kabupaten Malang,” tutur Sanusi.

Diterangkan, berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyorejo, bahwa Kecamatan Ngantang itu memang memiliki tingkat produktivitas pertanian yang tinggi, termasuk tanaman bawang merah. Sementara, produktivitas bawang merah mencapai 25 ribu-35 ribu ton per tahun. Sedangkan dari 13 desa di wilayah Kecamatan Ngantang, yang wilayah desanya terdapat tanaman bawang merah, yakni Desa Desa Purworejo, Desa Bandarejo dan Desa Mulyorejo. Dan tanaman bawang merah memiliki varietas unggul atau bibit unggul jenis Batu Hijau. “Kami berharap agar petani bawang merah di wilayah Kabupaten Malang bisa memenuhi kebutuhan perusahaan yang memproduksi mie instan, yakni untuk bumbu campuran mie instan,” pungkas Bupati Malang. [cyn.bb]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru