27 C
Sidoarjo
Saturday, July 13, 2024
spot_img

Air PDAM Kota Pasuruan Mampet Setengah Tahun Lebih, Tagihan Tetap Jalan

Salah satu pelanggan, Sarifudin, warga Jalan Mawar menyampaikan dirinya sudah lama berlangganan PDAM Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan. Namun, sejak Oktober 2023 hingga Juni 2024 aliran air yang dikirim mampet. Akhirnya, ia sendiri memilih membuat sumur bor.

“Saya sudah sering mengadu ke pihak PDAM, tapi belum ada solusi kongkret yang diberikan. Kondisi mampetnya air PDAM sudah berjalan setengah tahun lebih. Dari Oktober 2023 hingga Juni 2024. Pernah keluar di bulan Ramadan 2024 kemarin, tapi itu hanya setetes saja selama tiga hari. Selanjutnya mampet (tidak keluar air) hingga Juni 2024 ini,” ujar Sarifudin, Kamis (20/6).

Meski airnya mampet, namun beban tagihan bulanannya tetap berjalan, yakni Rp 46.210. “Masyarakat disini menyebutnya, kita ini seperti jariyah ke kantor PDAM. Karena airnya tidak keluar sama sekali, tetapi kita harus membayar Rp 46.210 per bulannya. Jika terlambat membayar, maka ada denda setiap bulannya,” urai Sarifudin.

Karena pelayanan air PDAM dinilai tak maksimal, ia memilih akan mengajukan pemutusan jaringan pelanggan. Dikarenakan, beban pengeluarannya lebih besar. Sedangkan aliran air yang sudah dibayar justru tak lancar. “Makanya, saya kini menggantungkan kebutuhan air sehari-hari lewat sumur bor,” jelas Sarifudin.

Total pelanggan air PDAM di Jalan Mawar mencapai puluhan KK. Sebagian besar dari warga setempat sudah memiliki sumur bor agar kebutuhan air tak terganggu. Ada beberapa juga yang akan mengajukan pemutusan jaringan pelanggan. Meski tidak semuanya, ada juga warga yang tetap bertahan dengan harapan distribusi air kembali lancar.

Berita Terkait :  Pengiriman Motor Bodong Via Pelabuhan Jangkar Jadi Atensi Polres Situbondo

“Perhatian pemerintah mana. Saya sudah mengadu beberapa kali ke bagian aduan di kantor PDAM. Tapi, tidak ada tanggapan. Mampetnya air PDAM ini layaknya slogan yang disuruh resik-resik oleh Pemkot Pasuruan. Yakni, kamar mandi pelanggan PDAM juga resik air-nya. Atau airnya tidak keluar sama sekali,” jelas Popon, pelanggan lainnya.

Terpisah, Direktur PDAM Kota Pasuruan, Yoyok Widoyoko memastikan akan menindaklanjuti semua laporan. Menurutnya, dalam merespons pengaduan, pihaknya memang perlu menelusuri lebih dulu penyebab persoalan jaringan distribusi.

“Khusus di Jalan Mawar, perlu pendalaman secara teknis untuk titik hambatan. Dikarenakan banyak ditemukan potongan akar yang masuk sampai ke meteran air. Tim dilapangan masih menelusurinya,” kata Yoyok Widoyoko. [hil.iib]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru