27 C
Sidoarjo
Thursday, April 9, 2026
spot_img

Zero Complain, SPPG Bareng Gandeng KDMP Pasok Bahan dari Petani


Kota Malang, Bhirawa
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bareng, Klojen, Kota Malang, berhasil mencatatkan rapor hijau dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui sinergi strategis dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Selorejo, program ini sukses mencapai target Zero Complain atau nol keluhan dari seluruh sekolah penerima manfaat.

Pencapaian Zero Complain ini menjadi bukti bahwa kualitas bahan pangan yang dikelola secara mandiri dari petani mampu memenuhi standar gizi dan selera siswa. Dengan memotong jalur distribusi tengkulak, bahan pangan seperti sayur dan buah jeruk diterima dalam kondisi segar (fresh from the farm) sebelum diolah oleh tim ahli gizi.

Kepala SPPG Bareng, Rofi’u Rahmananda, menyatakan bahwa kepuasan sekolah adalah prioritas utama. “Hingga saat ini, total ada 16 sekolah yang kami layani, dan alhamdulillah hasilnya Zero Complain. Tidak ada makanan yang dikembalikan. Ini menunjukkan bahwa sinergi bahan baku dari petani lokal sangat efektif menjaga kualitas,” ungkapnya saat ditemui di SPPG Bareng, Rabu (8/4).

Kualitas Grade Tertinggi
Keberhasilan menjaga status Zero Complain ini tidak lepas dari SOP ketat yang diterapkan KDMP Selorejo. Ketua KDMP, Deki Mahar Lesmana, menjelaskan bahwa setiap komoditas yang masuk ke dapur SPPG harus melalui proses sortir yang presisi.

“Kami menyuplai sayuran dan buah dengan standar Grade 9 hingga 10. Untuk menjaga kepercayaan dan status Zero Complain tersebut, kami memastikan pengiriman dilakukan satu hingga dua kali seminggu agar nutrisi tetap terjaga,” jelas Deki.

Berita Terkait :  Lolos PPDB, Siswa Baru Mendapatkan Laptop

Edukasi dan Variasi Menu
Di sisi lain, Chef Gizi SPPG Bareng, Wahyu Siswo Putra Adi, menambahkan bahwa tantangan untuk mempertahankan nol keluhan terletak pada pengolahan sayur yang sering kali kurang disukai anak-anak.

“Agar anak-anak tetap lahap dan tidak ada sisa makanan (waste), kami mengombinasikan sayuran segar seperti buncis, kacang polong, dan brokoli dengan tambahan susu. Edukasi gizi juga diberikan agar mereka paham pentingnya sayur bagi pertumbuhan,” tambahnya.

Model kerja sama yang dimulai sejak Januari 2026 ini diharapkan menjadi percontohan nasional. Sinergi antara SPPG dan koperasi desa tidak hanya menjamin kualitas makanan bagi generasi masa depan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi petani lokal di wilayah Malang Raya. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!