Berfoto bersama desa-desa unggulan CDK Pacitan dan Mendes PDTT di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Kamis (12/02).
Pacitan, Bhirawa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, secara resmi melepas ekspor gula aren organik Desa Temon dalam Seremoni Lepas Ekspor Desa Sejahtera Astra Pacitan yang digelar di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Kamis (12/02).
Dalam seremoni tersebut, dilepas ekspor gula aren dengan rincian:
10 ton ke Malaysia senilai Rp 400 juta
1 ton ke Belanda senilai Rp 67,5 juta
500 kg ke Australia senilai Rp 67,5 juta
Total nilai ekspor mencapai lebih dari Rp 535 juta. Angka itu bukan sekadar nominal; ia adalah penanda bahwa gula aren Temon telah naik kelas—dari dapur tradisional ke pasar global—sebagai komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berdaya saing internasional.
Peran Strategis CDK Wilayah Pacitan
Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Pacitan, Wardoyo, S.Hut., M.M., hadir bersama Penyuluh Kehutanan wilayah kerja Arjosari yang selama ini melakukan pendampingan intensif kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Aren Lestari.
Sebagai unit kerja di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, CDK Wilayah Pacitan memainkan peran strategis melalui: Pendampingan teknis produksi untuk menjaga mutu dan kontinuitas pasokan; Penguatan kelembagaan dan tata kelola usaha KTH; Fasilitasi studi kelayakan LPEI/Eximbank dalam verifikasi rantai pasok bahan baku nira;
Penyaluran bantuan sarana produksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa wajan sothil, alat cetak gula aren, tangga panjat, serta penampung nira. Penguatan aspek konservasi melalui dorongan penanaman pohon aren guna menjaga keberlanjutan bahan baku sekaligus fungsi ekologis sebagai pengikat mata air.
Di balik angka ekspor, ada kerja sunyi para penyuluh. Mereka memastikan kualitas tidak goyah, keselamatan penderes terjaga, dan tata kelola kelompok tumbuh sehat. Ekspor ini bukan lompatan instan, melainkan akumulasi proses yang disiplin dan konsisten.
Jejak Pendampingan Sejak 2020.
Keberhasilan Desa Temon menembus pasar ekspor merupakan hasil pendampingan berkelanjutan sejak 2020. Identifikasi potensi aren di Dusun Tenggar, pembentukan KTH, serta penerbitan nomor register KTH oleh Dinas Kehutanan.
Kemudian di tahun 2021 Dinas Kehutanan memberikan nantuan alat akonomi produktif (AEP) berupa alat masak, cetakan keping plastik, dan sotil.
2022 – Bantuan tangga panjat dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi penderes.
2023 – Pengembangan pembibitan swadaya aren varietas genjah untuk memperkuat keberlanjutan bahan baku.
2024 – Bantuan AEP berupa grinder kopi untuk diversifikasi usaha.
2025 – Fasilitasi program FOLU Net Sink melalui BPDLH sebagai dukungan terhadap penguatan aspek keberlanjutan dan konservasi berbasis masyarakat.
Sinergi multipihak menjadi fondasi keberhasilan ini: pemerintah pusat dan daerah, Astra melalui program Desa Sejahtera Astra, LPEI, serta pelaku usaha lokal CV Temon Agro Lestari bersama KTH Aren Lestar.

Minded PDTT, Yandri Susanto mencoba produk sebelum ekspor
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDTT, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E H. Suli Daim, Bupati Pacitan beserta Forkopimda, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan, Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, serta Head of Environment & Social Responsibility Astra.
Desa Ekspor, Ekosistem Berkelanjutan
Bagi CDK Wilayah Pacitan, pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa pendampingan penyuluh kehutanan mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, kelembagaan, dan konservasi dalam satu ekosistem usaha yang utuh. Hutan tidak lagi dipandang sebagai ruang produksi semata, melainkan ruang hidup yang harus dijaga.
Ke depan, pengembangan komoditas HHBK lainnya akan terus didorong guna memperluas desa-desa ekspor di Pacitan. Sebab masa depan desa bukan hanya soal bertahan, tetapi menembus batas namun dengan akar yang tetap menancap kuat pada tanahnya sendiri.ndro. (gat.hel)

