Kediri, Bhirawa
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo menekankan pentingnya amanah keilmuan kepada para wisudawan Ma’had Aly Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri dalam Wisuda Marhalah Ula (S1) ke-7 dan Marhalah Tsaniyah (S2) ke-4 yang digelar di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa (27/1).
Dalam kegiatan tersebut, Ma’had Aly Hidayatul Mubtadiin mewisuda 1.175 santri, yang terdiri dari 1.047 lulusan Marhalah Ula (S1) dan 128 lulusan Marhalah Tsaniyah (S2). Acara wisuda dihadiri oleh jajaran pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya KH. Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, dan KH. An’im Falahuddin Mahrus, serta civitas akademika Ma’had Aly.
Mudir (Rektor) Ma’had Aly Hidayatul Mubtadiin, KH. Athoillah Anwar, menyampaikan bahwa wisuda merupakan momentum awal pengabdian santri di tengah masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi awal untuk mengamalkan ilmu dengan penuh tanggung jawab di tengah umat,” ujar KH. Athoillah.
Pesan utama disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang mengingatkan bahwa setiap ilmu yang diperoleh membawa konsekuensi tanggung jawab moral dan spiritual.
“Barang siapa mengambil ilmu, maka sungguh ia telah mengambil perjanjian yang sangat berat,” ucap KH. Abdullah Kafabihi.
Menurut KH. Abdullah Kafabihi, ilmu tidak cukup hanya dipahami secara akademik, tetapi harus diwujudkan dalam amal, adab, kejujuran, serta keberanian menyampaikan kebenaran.
“Jika ilmu dijaga amanahnya, ia akan mengangkat derajat pemiliknya. Namun jika diabaikan tanggung jawabnya, ilmu justru akan menjadi beban,” tegasnya.
Wisuda Ma’had Aly Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri tahun 2026 ini menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan tanggung jawab keilmuan, sehingga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan umat. [van.wwn]

