25.7 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Waspada Mamin Nataru

Razia makanan, minuman (mamin) dan obat, tidak mengendur walau BPOM tengah menjalankan efisiensi anggaran. Terutama pada area wisata menyongsong Nataru (Natal dan Tahun Baru). Kesibukan ekonomi kreatif di tempat wisata saat Nataru, masih menjadi arena peredaran mamin (makanan dan minuman) dan obat yang patut di-awasi. Realitanya masih sering ditemukan bahan pangan dalam kemasan telah kadaluwarsa, dan berbahaya.

Menurut data BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) kalkulasi bahan yang terjaring razia, mencapai Rp 42 milyar. Artinya, kerugian akibat peredaran bahan mamin cukup besar. Sebagian mamin (dan obat) beredar di warung makanan dadakan di setiap area wisata. Umumnya kadaluwarsa, sudah mulai berbau apek, karena telah dikirim sebelum hari Natal. Bahkan sudah nampak berjamur (putih lembut). Namun sebagian sengaja dipalsukan, tidak sesuai mutu.

BPOM meningkatkan razia mamin sejak akhir November hingga Desember. Melibatkan 74 unit pelaksana teknis (UPT) di seantero nasional. Terutama di area wisata, antara lain Puncak (Bogor), Lembang (Bandung), Malioboro (Yogya), dan seluruh Bali. Tak terkecuali razia pada mamin yang ditawarkan melalui penjualan online, pada sekitar Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Obyek sasaran terdiri dari hampir dua ribu sara edar pangan olahan di 38 propinsi. Juga di area bencana Sumatera, juga wajib dilindungi dari makanan kadaluwarsa.

Sasaran razia tak pilih tempat yang nampak indah dan bersih, seperti di ritel moderen, juga menjadi tujuan inspeksi mendadak. Begitu pula pasar tradisional, gudang distributor, gudang impor, hingga gudang marketplace. Hasilnya, sebanyak 563 sarana edar (34,9%), tidak memenuhi persyaratan. Banyak pula pangan tanpa izin edar. Serta pangan ilegal impor yang banyak ditemukan di wilayah perbatasan, dan di pintu masuk produk luar (bandara, dan pelabuhan).

Berita Terkait :  Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815 Gelar Penyuluhan Siswa dan Mahasiswa

Dalam patroli siber, BPOM menyasar hampir tiga ribu tautan penjualan di berbagai plattform media digital. Ternyata, kalkulasi pangan sitaan mencapai Rp 40,8 milyar. Temuan terdiri dari produk tanpa izin edar. Juga mengandung BKO (Bahan Kimia Obat) bahan berbahaya dan beracun. Masyarakat patut waspada, dan lebih teliti mencermati setiap pangan kemasan, dan olahan di area wisata.

Konsumsi selama periode akhir tahun bukan sekadar halal. Melainkan juga harus memenuhi syarat “thayyibah,” (bermutu baik, dan ber-gizi). Bukan makanan basi (kadaluwarsa). Namun seiring pertambahan konsumsi ke-wisata-an, syarat “thayyibah” sering terabaikan. Makanan busuk (dan keadaan buruk) sering ditemukan pada makanan dalam kemasan, dan jajanan siap saji. Niscaya menjadi haram. Nampak masih dijual di berbagai toko, dan supermarket, sampai warung pinggir jalan.

Campuran bahan kimia tak terkecuali pada makanan olahan. Terutama aneka kue tradisional. Berbagai bumbu masak, dengan ragam menu masakan telah masif dipasarkan. Banyak pula yang mengandung bahan kimia beracun. Beragam senyawa terlarang (karena membahayakan) dicampur dalam menu makanan. Berfungsi menambah rasa, pengawet dan pemicu selera (warna dan aroma). Diantaranya zat jenis rhodamin-B, bersifat karsinogen (pemicu timbulnya kanker).

Secara lex specialist terdapat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pada pasal 67 ditambahkan keamanan, dan tidak bertentangan dengan agama, dan budaya masyarakat. Pada pasal 67 ayat (2), dinyatakan, “Keamanan Pangan dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.” Juga telah diterbitkan Peraturan Pemerintah tentang 450 zat dengan takaran khusus.

Berita Terkait :  SMPN 8 Kota Probolinggo Gelar Wisuda dengan Basuh Kaki Orang Tua

Pemerintah wajib menggaransi makanan, dan bahan konsumsi halal, dan “thayyibah,” (baik, dan sehat) terutama pada periode sibuk ke-wisata-an.

——– 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru