Pasuruan, Bhirawa
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyatakan rasa syukurnya karena Kota Pasuruan dikenal sebagai miniatur Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keberagamaan dan keberagaman.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan. “Program Prime ini bukan sekadar program formal, tapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya saat monitoring pelaksanaan Program Prime (Pasuruan Integrated Management Education) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Pendidikan Kota Pasuruan, di SMP Negeri 1 Pasuruan, Sabtu (24/1).
Monitoring pelaksanaan program tersebut dilakukan di empat satuan pendidikan, yakni TK Pembina Purworejo, SD Katolik Sang Timur dan SDN Mandararejo 2 dan SMP Negeri 1 Pasuruan.
Menurutnya, pendidikan yang menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan dinilai mampu membentuk karakter peserta didik yang lebih matang dan siap menghadapi masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sekolah unggul yang tidak hanya berfokus pada rutinitas pembelajaran, tetapi memiliki keunggulan dan kekhasan masing-masing. “Prestasi akademik tetap menjadi target utama, tapi harus perlu diimbangi dengan penguatan potensi lain yang dimiliki sekolah,” papar Mas Adi.
Selain itu, perkembangan sains dan teknologi menjadi perhatian penting dalam sistem pendidikan. Menurut Mas Adi, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Bila pembangunan fisik hasilnya bisa langsung terlihat, maka membangun SDM membutuhkan proses dan konsistensi. Pendidikan adalah kunci untuk menata masa depan,” kata Mas Adi.
Program Prime juga mendorong penguatan kemampuan bahasa, meliputi Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, hingga Bahasa Mandarin.
Di samping itu, penguatan moderasi beragama ditegaskan sebagai ciri khas Kota Pasuruan yang dikenal harmonis dan toleran.
Mas Adi menjelaskan, tugas sekolah bukan hanya mencerdaskan peserta didik, namun juga harus membentuk karakter dengan pondasi religius, keberagamaan, dan keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Harapannya adalah pogram PRIME dapat menjadi diferensiasi keunggulan pendidikan Kota Pasuruan yang diterapkan secara konsisten mulai dari jenjang TK hingga SMA,” tegas Mas Adi.
Pejabat nomer satu di Kota Pasuruan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan.
“Dan sekolah pertama adalah keluarga. Prime bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dan lingkungan. Inilah yang kita sebut integrasi manajemen pendidikan,” imbuh Mas Adi.
Sementara itu, Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan Kota Pasuruan akan terus memantau perkembangan Program Prime di seluruh satuan pendidikan agar manfaatnya dapat terukur dan berkelanjutan. [hil.wwn]

