Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menegaskan pentingnya konsistensi dalam penegakan aturan. Ia ingin semua bisa bekerja bersinergi.
Pasalnya, dirinya sering kali mendapatkan laporan dan menemukan langsung dilapangan adanya pelanggaran aturan.
“Saya tak ingin ada kalimat kemarin tertib, sekarang tidak tertib lagi. Ekspektasi publik di tahun 2026 ini sangat tinggi, sementara kita memiliki keterbatasan fiskal. Maka kuncinya adalah bekerja sesuai SOP dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya saat memimpin apel bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pasuruan di Alun-Alun Kota Pasuruan, Senin (5/1).
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Kepala Dishub serta Kasatpol PP. Pihaknya mengingatkan agar fasilitas yang telah disediakan pemerintah benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan diiringi dengan tindak lanjut nyata di lapangan.
Satpol PP sebagai penegak perda diminta memahami betul aturan yang ditegakkan, sementara Dishub diminta memperkuat penataan lalu lintas dan parkir.
“Saya tidak ingin lagi melihat trotoar digunakan untuk parkir atau berjualan, baik di alun-alun maupun di wilayah lain. SOP harus jelas dan dipahami oleh seluruh petugas,” papar Mas Adi.
Pejabat nomer satu di Kota Pasuruan ini mengajak seluruh jajaran Dishub dan Satpol PP untuk memperkuat kerja tim dan meninggalkan pola kerja individual.
“Saat ini bukan zamannya superman, tapi super team. Pimpinan tidak bisa bekerja sendiri. Delegasikan tugas dengan baik dan berikan contoh. Di awal tahun 2026 ini, mari kita bangun kembali komitmen untuk bekerja lebih baik demi Kota Pasuruan yang semakin tertata dan maju,” kata Mas Adi.
Mas Adi kembali menegaskan Dishub dan Satpol PP adalah instrumen penting pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Tahun 2026 menjadi momentum awal pelaksanaan RPJMD yang merupakan penjabaran visi dan misi pembangunan Kota Pasuruan.
“Pada era digitalisasi ini, kita bekerja bukan hanya karena diawasi atasan, tetapi karena tanggung jawab dan keikhlasan. Media sosial ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari monitoring dan evaluasi kinerja kita, tentu bukan karena tuntutan bukan karena viralnya media sosial, tetapi untuk memacu kita bekerja lebih baik,” imbuh Mas Adi. [hil.dre]

