26.3 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Kedundung Aktif Tentukan Arah Pembangunan 2027

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemerintah Kota Mojokerto memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan untuk perencanaan tahun 2027. Kelurahan Kedundung menjadi salah satu wilayah yang menggelar Forum Penjaringan Aspirasi ini, Senin (19/1) lalu.

Musrenbang Kelurahan Kedundung dibuka Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan di lingkungan masing-masing.

Menurut Ning Ita, Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi ruang partisipasi publik yang menentukan ketepatan sasaran program pembangunan pemerintah.

”Musrenbang adalah media partisipasi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan dan pembangunan yang tepat sasaran, dan itu hanya bisa dicapai jika warga menyampaikan kebutuhan riil di lingkungannya,” ujarnya.

Ning Ita menjelaskan, seluruh usulan pembangunan tahun 2027 harus mengacu pada tema pembangunan Kota Mojokerto, yakni peningkatan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah. Tema tersebut ditetapkan agar arah kebijakan pembangunan di seluruh wilayah kota berjalan selaras dengan visi pembangunan jangka menengah daerah.

Ning Ita memaparkan, terdapat tiga fokus utama dalam tema pembangunan tersebut, yakni penguatan ketahanan ekonomi, penguatan sosial budaya, serta peningkatan daya saing sektor unggulan. Ketiga fokus ini dinilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang turut berdampak pada kondisi nasional.

Berita Terkait :  Pemkab Situbondo dan POMI Sepakat Jalin Kerjasama Ciptakan Inovasi Limbah Ramah Lingkungan

Selain aspek ekonomi, penguatan nilai-nilai sosial budaya juga menjadi perhatian. Menurutnya, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial merupakan modal utama masyarakat Kota Mojokerto untuk bertahan dan berkembang dalam berbagai situasi.

Ning Ita menyebutkan tiga sektor unggulan yang perlu terus diperkuat, yakni sektor Industri Kecil Menengah (IKM) seperti alas kaki, sektor industri kreatif, serta sektor jasa dan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Ning Ita juga mengingatkan agar usulan yang diajukan masyarakat disusun secara prioritas dan realistis, dengan mempertimbangkan sembilan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan serta kemampuan anggaran kelurahan.

”Pilih usulan yang paling dibutuhkan dan paling prioritas. Jangan hanya banyak, tetapi harus bisa direalisasikan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ning Ita berharap Musrenbang benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan warga. Dengan partisipasi aktif masyarakat, ia optimistis pembangunan Kota Mojokerto dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

”Silakan sampaikan kebutuhan masing-masing lingkungan, tetapi tetap mengacu pada tema dan prioritas pembangunan tahun 2027,” tandasnya.

Musrenbang tingkat kelurahan menjadi tahapan awal dalam perencanaan pembangunan daerah sebelum dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga kota. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru