25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Wali Kota Malang Tegaskan Penanggulangan Bencana Harus Sistematis, Terencana dan Libatkan Semua Pihak

Pemkot Malang, Bhirawa
Puluhan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat memenuhi area lapangan untuk mengikuti simulasi atau gladi penanggulangan bencana,Sabtu 15/11 kemarin di Lapangan Amrong Kota Malang.

Di tengah kesibukan itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, hadir memberikan pengarahan sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi potensi bencana di Kota Malang.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois ini menekankan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara sistematis dan terencana, bukan sekadar respons spontan ketika bencana sudah terjadi. Baginya, kesiapsiagaan adalah investasi kemanusiaan.

“Kota Malang yang kita cintai ini berkembang pesat sebagai kota pendidikan dan pariwisata. Namun perkembangan ini harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas kita dalam menghadapi risiko bencana-baik gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun ancaman lain yang bisa datang tanpa diduga,” ungkapnya.

Pak Mbois menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dalam situasi darurat, setiap detik sangat menentukan, dan kecepatan penanganan sangat bergantung pada sinergi semua pihak.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi, komunikasi yang efektif, serta koordinasi lintas-lembaga. Di sinilah peran masyarakat menjadi sangat penting,” ujarnya di hadapan peserta gladi.

Ia menilai bahwa masyarakat bukan sekadar objek yang dilindungi, tetapi subjek yang harus dilibatkan secara aktif. Pengetahuan dasar seperti cara evakuasi, penanganan korban pertama, hingga informasi jalur aman dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Berita Terkait :  Warga Antusias Berebut Isi Gunungan Buceng di Kirab Hari Jadi Ke-820 Tulungagung

Wali Kota Malang juga memberikan apresiasi kepada BPBD Kota Malang yang telah menginisiasi kegiatan besar ini. Menurutnya, latihan yang melibatkan unsur Pentahelix-Pemerintah Daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, akademisi, hingga media-harus terus dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas lini.

“Sinergi seperti ini sangat kita butuhkan. Tidak hanya pada saat bencana, tetapi juga dalam tahap pra-bencana dan pascabencana. Dari perencanaan, mitigasi, hingga pemulihan, semuanya membutuhkan kerja bersama,” tambahnya.

Simulasi yang digelar bukan sekadar seremoni. Peserta dilatih menghadapi skenario riil seperti evakuasi korban gempa, pemadaman kebakaran, penanganan korban luka, pendirian posko darurat, hingga distribusi logistik. Situasi dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata agar setiap peserta memahami tekanan dan kompleksitas yang mungkin terjadi saat bencana sesungguhnya.

Beberapa warga sekitar yang menyaksikan kegiatan. [mut.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru