Kota Malang, Bhirawa
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) serta stok BBM dan Elpiji menjelang Hari Raya Idul Fitri aman. Karena itu masyarakat tidak perlu panik.
Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah titik strategis, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjamin bahwa ketersediaan stok pangan dan energi dalam kondisi aman dan mencukupi.
Wahyu menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan pemantauan ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu kelangkaan yang tidak berdasar. Peninjauan dimulai dari Pasar Sawojajar, kemudian berlanjut ke distributor, gudang Bulog, hingga pangkalan Pertamina.
“Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa ketersediaan BBM, Elpiji, serta bahan pokok penting semuanya aman tersedia. Tidak ada kelangkaan. Kami harap masyarakat tidak perlu cemas atau melakukan panic buying akibat mendengar isu stok habis,” ujar Wali Kota Malang di sela-sela peninjauan, Rabu 11/3 kemarin.
Terkait fluktuasi harga, Wahyu mengakui adanya kenaikan signifikan pada komoditas cabai. Berdasarkan pantauan di pasar, harga cabai menembus angka Rp 120.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca di tingkat petani yang menyebabkan hasil panen berkurang.
“Kami sudah melihat langsung ke petani, harga di tingkat produsen memang sudah tinggi sekitar Rp 80.000 karena faktor cuaca. Sampai di pasar induk dan pasar tradisional harganya melonjak. Untuk mengantisipasi ini, kami akan segera menggelar rapat dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) guna mencari skenario intervensi,” jelasnya.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah skema Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk mendatangkan stok dari wilayah surplus, serta optimalisasi Warung Tekan Inflasi.
“Kita akan kaji untuk membeli stok dari daerah lain dan menjualnya kembali melalui Warung Tekan Inflasi dengan harga yang lebih terjangkau sebagai bentuk intervensi pasar,” tambahnya.
Sementara itu, untuk komoditas beras, Wali Kota memastikan stok di gudang Bulog sangat mencukupi hingga 10 bulan ke depan. Meski ada kecenderungan masyarakat memilih merek tertentu sesuai selera, namun secara umum stok beras, termasuk beras dan bantuan pangan, siap disalurkan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Sektor energi pun menunjukkan kondisi kondusif. Pihak Pertamina telah memberikan penjelasan bahwa tidak ada kelangkaan BBM. Bahkan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat Idul Fitri, Pertamina telah menyiapkan suplai ekstra, termasuk layanan motoris untuk menjangkau titik-titik padat.
“Secara keseluruhan situasi kondusif dan aman. Kami minta masyarakat Kota Malang tetap tenang. Pemkot Malang bersama seluruh jajaran akan terus memantau agar distribusi bapokting tetap lancar dan harganya terkendali,” pungkas Wahyu. [mut.dre]


