Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo mengeluarkan serangkaian langkah efisiensi konsumsi BBM, meskipun stok saat ini masih aman dan stabil. Wali Kota Aminuddin menjelaskan bahwa langkah ini sebagai antisipasi dinamika harga energi global.
“Sekarang kita dalam fase efisiensi. WFH dilakukan untuk menghemat waktu dan menekan penggunaan bahan bakar,” ujarnya usai acara Halal Bihalal Rabu (25/3).
Pemkot tengah merampungkan Surat Edaran sebagai tindak lanjut instruksi pusat, yang akan mengimbau ASN menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik atau bahkan sepeda ontel bagi yang tinggal dekat kantor.
Aminuddin menegaskan masyarakat tidak perlu panik, karena konsumsi harian BBM di Kota Probolinggo masih terkendali – saat Lebaran lalu tercatat 19 hingga 20 kiloliter per hari. Terkait wacana sekolah daring, ia menjelaskan hal tersebut masih dalam evaluasi karena wilayah kota yang relatif kecil membuat pembelajaran tatap muka tetap efektif. [irf.kt]


