Pemkab Situbondo, Bhirawa
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, meninjau langsung kondisi rumah korban ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Rabu (18/2).
Wabup Situbondo Ulfiyah juga mendatangi rumah korban meninggal dan para korban luka terdampak ledakan petasan. Sejumlah korban juga sedang menjalani.perawatan intensif di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo dan RSUD Asembagus.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ulfiyah berjanji akan memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak ledakan petasan, yang mengakibatkan enam korban mengalami luka bakar dan satu korban meninggal.
“Selain akan membantu perbaikan rumah para terdampak ledakan petasan, Pemkab Situbondo juga akan menanggung biaya pengobatan para korban ledakan petasan tersebut,”beber Wabup Ulfiyah.
Menurut Wabup Ulfi, berdasarkan informasi awal, jumlah terdampak ledakan petasan hanya tujuh rumah, yakni milik warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.
“Namun, setelah dicek langsung ke lapangan, ternyata jumlahnya bertambah lima rumah. Sehingga jumlah total sebanyak 12 rumah warga terdampak,” terang mbak Ulfi, panggilan akrab Wabup Situbondo.
Mbak Ulfi menegaskan, agar kasus serupa tidak terulang lagi, pihaknya menghimbau kepada warga Situbondo, agar tidak membuat petasan dalam menyambut bulan Ramadhan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat menyambut ramadhan dan Idul Fitri dengan hal-hal yang baik. Itu agar kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang. Mengingat petasan merupakan barang berbahaya, jadi jangan dijadikan tradisi,” pungkas mbak Ulfi.

Informasi Bhirawa menyebutkan, sebanyak tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang dan satu korban bernama Supriyadi (50) meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Enam korban lainnya yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Imi Kulsum (60) telah dibawa ke RSUD Asembagus. Sedangkan satu korban Abdurrahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami luka bakar yang cukup parah. (awi.dre)

