27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Wagub Emil Dorong ASN BKKBN Jatim Adaptif dan Solutif


Surabaya, Bhirawa
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil elestianti Dardak meminta ASN di lingkungan BKKBN Jatim adaptif dan solutif dalam memberikan layanan.

Dorongan ini disampaikan Wagub Emil saat menghadiri Penguatan Karakter, Kepemimpinan dan Pola Pikir Kritis bagi aparatur sipil negara (ASN) yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan i Prigen, Kabupaten Pasuruan, 12-13 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Plh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, dan menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai keynote speaker. Peserta terdiri atas ASN Kemendukbangga/BKKBN Jatim, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, penyuluh KB, serta mitra kerja.

Dalam arahannya, Emil menekankan pentingnya pola pikir kritis dan kreativitas ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, kepemimpinan yang terlalu bersifat mikro atau micromanaging justru berpotensi menghambat inovasi.

“Berpikir kritis berkaitan dengan kreativitas dalam melaksanakan perintah. Kreativitas bukan berarti selalu berbeda, tetapi memahami tujuan dan menjalankan dengan tepat,” ujarnya.

Ia menilai, kepemimpinan yang terlalu mengatur secara detail dapat membatasi ruang gerak pegawai. Yang terpenting, kata dia, tujuan dan standar jelas, sementara teknis pelaksanaan dapat didelegasikan.

Emil juga menyinggung tantangan pelayanan publik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI bekerja berdasarkan instruksi spesifik, sedangkan kepemimpinan terhadap manusia membutuhkan pendekatan empati dan ruang kreativitas.

“Tuntutan publik semakin kompleks. Tidak cukup hanya patuh prosedur, tetapi juga harus adaptif dan solutif,” katanya.

Berita Terkait :  Pj Gubernur dan Kepala BNNP Tinjau Banjir Ponorogo

Ia menyoroti peran penyuluh yang lebih banyak menggunakan pola jemput bola dibanding pelayanan di balik loket. Dalam pendekatan tersebut, ASN dituntut mampu berkomunikasi persuasif dan memahami kondisi masyarakat.

“Kita hadir untuk memecahkan masalah, bukan menjadi bagian dari masalah,” tegasnya.

Sementara itu, Sukamto mengatakan penguatan karakter dan kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi layanan publik. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan birokrasi saat ini.

Ia mengajak ASN merefleksikan gaya kepemimpinan masing-masing, mulai dari strategis, delegatif, demokratis hingga transaksional. Namun, menurutnya, kepemimpinan inovatif dan kreatif menjadi kebutuhan organisasi saat ini.

“Kritis boleh, tetapi harus berbasis data dan aturan. Disiplin tetap dijaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BKKBN Jatim berharap ASN semakin siap mendorong transformasi layanan publik yang adaptif, humanis dan berorientasi pada penyelesaian masalah di masyarakat. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru